Jangan Ada yang Mau Coblos 2 Kali

NABIRE – Jangan ada yang mau, kalau ada tawaran untuk melakukan pencoblosan yang kedua kali. Karena, setiap orang hanya punya satu hak memilih dalam pemilihan umum legislatif, Pemilu Presiden, Pemilukada Gubernur dan Pemilukada Bupati/Walikota, sehingga hanya sekali coblos. Ada yang memilih dan mencoblos lebih dari satu kali berarti sudah menyalahi hak memilih dari orang lain.


Himbauan tersebut disampaikan Advokat Jan Siregar, SH di depan peserta pelatihan dan pembekalan saksi tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Nabire Zonggonau Agus, AMd.P, SP,MSi dan calon Wakil Bupati Nabire, Drs. Isak Mandosir di kompleks kediaman calon Bupati Nabire, Gerbangsadu, Sabtu (21/11). Kegiatan tersebut diikuti para saksi dari pasangan calon nomor urut 2 yang tersebar di 15 distrik se Kabupaten Nabire
Siregar mengingatkan, para saksi dari pasangan AMAN (Zonggonaou A – Isak Mandosir) agar jangan mau kalau ada tawaran dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) atau saksi lain untuk mencoblos lebih dari sekali. Jangan mau terima kalau ada tawaran untuk membagi sisa suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) kepada setiap saksi dan petugas KPPS untuk melakukan pencoblosan.
Himbauan tersebut dipertegas Siregar menanggapi pertanyaan peserta, apakah boleh sisa suara di TPS dibagikan kepada petugas KPPS dan saksi dari pasangan calon untuk mencoblos bagi delapan kandidat peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten  Nabire. Karena, adanya kecenderungan di TPS, apabila ada sisa surat suara, ditawarkan kepada saksi untuk mencoblos bagi kandidat yang diwakilinya.
Siregar  mengingatkan, para saksi harus mencatat berapa surat suara di TPS sebelum melakukan pencoblosan, menghitung berapa surat suara yang terpakai dan sisanya berapa. Kalau ada sisa surat suara, harus dinyatakan tidak terpakai, bukan dibagi-bagi kepada saksi dan anggota KPPS. Kalau sisa suara dibagi kepada saksi dan anggota KPPS berarti saksi dan anggota KPPS melakukan pencoblosan lebih dari satu. Karena itu, jangan mau kalau ditawari untuk mencoblos sisa surat suara di TPS.
Pengacara hukum yang sering terlibat sebagai pembela di Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, setiap temuan pelanggaran yang terjadi saat pencoblosan dan penghitungan suara, harus segera melaporkan temuan tersebut ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kabupaten. Dan temuan tersebut minta diregistrasi dan Panwaslukada berkewajiban memberikan salinan registrasinya kepada pelapor (saksi pasangan calon). Karena, temuan dan salinan registrasi tersebut akan dijadikan sebagai bukti saat persidangan di MK.
Narasumber dalam pembekalan dan pelatihan saksi ini mengingatkan para saksi yang akan ditempatkan di setiap TPS saat pencoblosan dan perhitungan suara merupakan wakil dari kandidat nomor urut 2. Oleh karena itu, keberhasilan dan ketelitian saksi di lapangan ikut mendukung suksesnya kandidat nomor urut 2 dan sebaliknya. Karena itu para saksi dihimbau untuk bekerja sesuai dengan mandat yang diterima dari pasangan AMAN.
*Pelatihan Itu Penting
Sebelumnya, Calon Bupati Nabire, Zonggonau Agus dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut mengatakan pelatihan itu penting karena kita dilatih untuk mengetahui sesuatu yang kita tidak tahu. Oleh karena itu, peserta diminta untuk mengikuti materi pelatihan yang diberikan narasumber hendaknya diikuti dengan baik untuk dimengerti dan dipraktekkan di lapangan ketika bertugas sebagai saksi.
Pelatihan dan Pembekalan Saksi diikuti oleh calon saksi dari 334 TPS yang akan ditempatkan saat pemungutan suara, 9 Desember mendatang sebagai ujung tombak dari pasangan AMAN saat pemungutan dan perhitungan suara.   (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2