TNI Adalah Rakyat dan Rakyat Adalah TNI

NABIRE - Bertempat di Lapangan Sapta Marga, Selasa (15/12) TNI–AD yang berada di wilayah teritorial Kodim 1705/Paniai menggelar upacara memperingati Hari Juang Kartika (HJK) ke–70 tahun 2015. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada puncak peringatan Hari Juang Kartika ke–70 tahun 2015, Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol ARH. Yulian Iskandar, S.IP dengan Komandan Upacara, Kapten Inf. Didik Sudarmawan.

Turut hadir dalam Upacara puncak peringatan hari Juang Kartika Ke -70 Tahun 2015 di wilayah Nabire, Kajari Nabire, Gede Made Pasek Suardana, SH.,MH., Komandan Denzipur 12/OHH, Mayor Czi. Yoga Febrianto., Sekda Kabupaten Nabire, Drs. Johny Pasande., Kapolres Nabire, AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH yang di wakili oleh Kabag Sumda Polres Nabire, Kompol. Sukino., Kasi Ops Korem 173/PVB, Kolonel Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene, serta sejumlah Perwira di jajaran TNI –AD yang berada di wilayah Teritorial Kodim 1705/Paniai.
Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal. Mulyono yang dibacakan Dandim 1705/Paniai, Letkol ARH. Yulian Iskandar, S.IP mengatakan, peringatan Hari Juang Kartika Ke -70 Tahun 2015, selayaknya menjadi saat untuk membulatkan tekad dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian TNI- AD di masa yang akan datang.
Dirinya juga selaku Kasad, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI - AD atas pengabdian yang telah diberikan selama ini. Teruslah bekerja keras dan menjadi bagian dari solusi bagi tantangan dan permasalahan bangsa saat ini dan dimasa depan.
Secara khusus kepada para prajurit TNI-AD, yang telah membantu pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember yang lalu, seraya tetap mengedepankan prinsip netralitas TNI. Pilkada serentak yang berlangsung di hampir sebagian besar wilayah di tanah air Indonesia telah selesai dengan aman, tertib dan demokratis. Keberhasilan penyelenggaraan Pilkada serentak ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah semakin matang dalam berdemokrasi, serta memiliki kepedulian yang tinggi untuk bersama-sama memelihara dan menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah tanah air.
Untuk itu, atas nama keluarga besar TNI Angkatan Darat, Dirinya juga mengucapkan selamat kepada masyarakat Indonesia yang telah berhasil menyelenggarakan Pilkada serentak ini, semoga capaian ini dapat menjadi titik tolak bagi bangsa Indonesia untuk memiliki pemimpin-pemimpin yang semakin amanah dalam menjalankan roda pemerintahan demi kesejahteraan rakyat.
Pada Peringatan Hari Juang Kartika Tahun ini, selaku Kasad, dirinya mengingatkan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden RI dan Panglima TNI dalam Peringatan Hari TNI ke-70 pada, tanggal 5 Oktober 2015 yang lalu, yakni TNI adalah Rakyat dan Rakyat adalah TNI, serta Rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI, bagi TNI- AD penekanan tersebut akan selalu relevan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. TNI- AD tidak hanya tentara yang lahir dan terbentuk dari rakyat pejuang tetapi selalu dan akan terus berjuang bersama rakyat . Sejarah telah membuktikan bahwa selama 70 Tahun masa pengabdiannya TNI-AD tidak dapat dilepaskan dari rakyat.
“Hari Juang Kartika yang kita peringati hari ini, juga terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI-AD dengan rakyat. Pada tanggal 15 Desember 1945 di kota Ambarawa Jawa Tengah para pejuang pendahulu TNI-AD bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi,” ungkapnya.
Dimana, ketika itu pasukan Tentara Keamanan Rakyat dibawah pimpinan Kolonel Soedirman sebagai Komandan Divisi V Banyumas berjuang bersama-sama rakyat untuk mengusir Tentara Sekutu keluar dari Ambarawa. Dengan persenjataan sederhana dan sarana seadanya, namun disertai semangat juang yang tinggi, keuletan, keberanian, sikap rela berkorban dan pantang menyerah akhirnya mampu menghadapi pertempuran sengit itu dengan hasil yang gemilang.
Episode perjuangan yang kemudian dikenai dengan Palagan Ambarawa inilah, yang kemudian ditetapkan sebagai tonggak Hari Juang Kartika. Palagan Ambarawa telah menjadi tonggak sejarah perjuangan TNI -AD dalam melindungi keselamatan bangsa, menegakkan kedaulatan Negara, serta menjaga keutuhan NKRI. Dari peristiwa heroik ini.
Lanjutnya, sebagai salah satu pilar penopang bagi tetap tegaknya Negara kesatuan Republik Indinesia, TNI-AD tidak hanya harus menjadi kekuatan yang profesional, kuat, kokoh dan andal, tetapi juga harus selalu harus manunggal dengan rakyat, Sejarah telah membuktikan bahwa kebersamaan TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan yang sinergis, telah berhasil mengatasi berbagai ancaman, gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa Indonesia. Saya berkeyakinan negara kita akan tetap berdiri dengan kokoh, bila rakyat menyatu dengan TNI serta seluruh komponen bangsa bersatu padu dan bersinergi membangun bangsa. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2