Keputusan Gubernur Terkait Ketua Dewan, Perlu Direvisi

NABIRE - Surat Keputusan Gubernur Papua Nomor 165/426/Tahun 2015 tentang Peresmian Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nabire Periode 2014 – 2019, tertanggal 4 Desember 2015  dinilai ganjil dan merugikan satu satu calon Ketua DPRD Nabire dari Partai Kebangkitan Bangsa yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legisatif tahun 2014 lalu, sehingga perlu direvisi.


Selain itu, keputusan tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan mekanisme pengajuan Surat Keputusan dan keluar dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB. Hal ini seperti terang salah satu anggota dewan dan mantan Ketua Sementara DPRD Nabire, Marten Douw, SE, saat menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di kediamannya Nabarua Distrik Nabire Kota tadi malam.
Dikatakan Marten, Keputusan Gubernur ini sangat merugikan kami. Dimana, pertama dalam surat keputusan tersebut memperhatikan, poin 1 bahwa SK PKB Nomor 2463/DPD-03/V/A.1/II/2015 tanggal 6 Februari 2015  tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Nabire Periode Tahun 2014-2019 dari PKB. “Surat ini sudah dibatalkan dengan dikeluarkannya dan diterbitkan SK DPP PKB nomor : 6372/DPP-03/VI/A.1/IX/2015 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Nabire Tahun 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa, tertanggal 11 September 2015 lalu. Ini yang kami nilai ganjil dan dapat kami katakan keputusan tersebut tumpang tindi,” tegasnya.
Kedua, menurut Madouw panggilan akrabnya,  pada poin 2 terkait pemberitahuan pengusulan Pimpinan Ketua DPRD Kabupaten Nabire dan poin ketiga (memperhatikan), Surat DPRD Kabupaten Nabire Nomor 170/758/Sekwan tanggal 15 Oktober 2015 perihal rekomendasi.
Jelasnya, surat ini setelah kami dicek tanggal keliru atau salah, dimana surat masuk tanggal 19 Oktober 2015, namun dalam surat tersebut tercantum per 15 Oktober 2015. Dan paling ironis lagi, surat rekomendasi dewan ini bukan ditandatangani Sekretaris Dewan (Sekwan) melainkan oleh Wakil Ketua II DPRD Nabire, Roy Wonda. “Beliau (Wakil Ketua II, red) dalam beberapa kesempatan merasa tidak menandatangani surat rekomendasi tersebut dan terkesan tanda tangannya dipalsukan atau discan. Ini yang kami mempertanyakan dan ingin meluruskan,” tandas  Madouw.
Untuk itu, ia mengharapkan dan meminta kiranya jangan ada dulu pelantikan Ketua DPRD Nabire, biarkan masalah ini kita selesaikan dulu. “Ini rananya partai, biar kami selesaikan kedalam. Dan perlu kita ketahui bersama bahwa terkait SK Pinwan Kabupaten Nabire ini adalah masalah internal partai, jangan dicampuri oleh partai lain,” imbuhnya.
Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya selaku Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten menyampaikan bahwa masalah ini telah diurus kedalam internal partai dalam hal ini PKB dan DPP PKB sesuai kewenangan internalnya serta sesuai AD/ART telah menerbitkan SK Pinwan terbaru 6372/DPP-03/VI/A.1/IX/2015 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Nabire Tahun 2014-2019, sehingga SK sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.
“SK yang dikeluarkan oleh DPP PKB sebelumnya, nomor 2463/DPP-03/V/A.1/II/2015 tanggal 06 Februari 2015 sudah ditarik dan dicabut. DPP PKB selanjutnya telah menerbitkan SK Pinwan sesuai AD/ART partai dan suara terbanyak. Ini yang sedang diusulkan kembali ke Gubernur Papua melalui Biro Hukum Setda Papua,” tegas Isaias Douw, S.Sos, yang juga mantan Bupati Nabire periode kemarin itu. (wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2