To’Siba Wadah Pemersatu Warga dari Latar Belakang Berbeda

NABIRE - Persatuan Warga Sinjai Bulukumba atau lebih dikenal dengan sebutan To Sinjai na Bulukumba disingkat To‘SIBA Kabupaten Nabire merupakan wadah pemersatu menghimpun warga masyarakat yang berasal dari latar belakang suku, pekerjaan dan status sosial beragam.
Hal ini seperti terang Ketua To’Siba di sela-sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah, yang dilaksanakan Ahad 29 Rabiul Awal 1437 H (10/1) siang kemarin.


Dikatakan Muh. Nasir, berbicara tentang persatuan To’Siba Nabire saat ini tidak hanya berbicara untuk mengurusi pengantin dan kedukaan, namun lebih dari itu To’Siba telah menunjukkan jati dirinya sebagai wadah pemersatu menghimpun warga masyarakat yang berasal dari latar belakang suku, pekerjaan dan status sosial beragam.
Ini dapat terwujud (persatuan dan kesatuan, red), tambahnya, karena memang warganya yang mau bersatu, melepaskan sekat-sekat sosial, sifat egoism ataupun mementingkan diri sendiri, namun terlebih pada mengutamakan kepentingan bersama, ‘Sipakatau, Sipakalebbi Nennia Sipakkaraja’.
Sebab, kita pun pasti menyadari, ‘Igana Pale Narekko Tania Pada Idi’, yang artinya siapa lagi kalau bukan sesama kita. “Saya selaku ketua secara pribadi tidak akan mungkin bisa sendiri mempersiapkan peringatan Maulid ini tanpa ada kerjasama yang baik, koordinasi dan komunikasi dari warga Persatuan To’Siba Nabire untuk menyukseskan jalannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini,” akuinya.
Oleh karena itu, Ajak Nasir, marilah kita semua untuk bersama-sama mengedepankan persatuan dan kesatuan diantara kita, jalin kebersamaan antar warga, perkuat tali persaudaraan guna mengisi pembangunan daerah sesuai profesi dan keahlian kita masing-masing.
“Kami mengajak kepada kita semua untuk mengambil hikmah terhadap sesuatu hal yang digambarkan pada perahu ‘Phinisi’ sebagai perahu yang kokoh dan kuat dengan bentangan layarnya mampu untuk mengarungi luasnya samudera. Namun dibalik semua itu, tersimpan sebuah rahasia, kekuatan yang tersembunyi yang dapat menjadikan keteladanan dalam mengarungi kehidupan sosial kemasyarakat sehari-hari,” tandas Nasir.
Imbuhnya, ijinkanlah kami mengutip pesan : Mali Siparappe, Tallang Sipahua. Ungkapan ini, seperti ditambahkan Sekretaris To’Siba Nabire, Aswadi Hamid, merupakan pesan dari Suku Bugis Konjo yang menyatakan sikap batin masyarakat untuk mengemban amanat persatuan warisan leluhur di dalam mewujudkan keselamatan bersama demi terciptanya tujuan pembangunan lahir batin, materiil, sprituil, dunia dan akhirat.
“Membangun kebersamaan antar warga masyarakat tidak semudah membalik telapak tangan, namun bukan berarti tidak bisa. Sebab, apabila ada kemauan yang tinggi, kami yakin pasti bisa bersama dan segala sesuatunya dapat kita hadapi, karena dengan kebersamaan kita pasti bisa. Sinjai bersatu, Bulukumba berlayar,” akhirnya.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2