GPDT, Diharapkan Rubah Wajah Pendidikan Intan Jaya

NABIRE - Program Guru Penggerak Daerah Tertinggal (GPDT) yang merupakan program kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya dengan kelompok kerja (Pokja) Papua Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta telah merekrut 41 guru dan telah diberangkatkan ke Intan Jaya, selanjutnya akan bertugas mengajar di sejumlah distrik, Senin (11/1) kemarin.


Di sela-sela mengantar keberangkatan 41 GPDT ke Intan Jaya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya Tadius Belau, kepada Papuapos Nabire, di ruang tunggu Bandar Udara Nabire mengatakan, program GPDT  diharapkan mampu merubah wajah pendidikan di Kabupaten Intan Jaya, dalam peningkatan, kualitas, mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Harapan saya masyarakat dapat menerima mereka dan saya yakin masyarakat Kabupaten Intan Jaya akan dan siap menerima kehadiran para guru GPDT di tengah-tengah mereka. Masyarakat menyadari betul akan pentingnya nilai pendidikan, sehingga mereka akan bisa menerima kehadiran para guru ini,” ungkapnya.
Dikatakan Tadius Belau, suatu daerah bila ingin maju, kuncinya adalah pendidikan. Oleh karena masyarakat dan tentunya pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap kepada para guru untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta kualitas manusia Intan Jaya.
Ditanya adanya Program GPDT, Kadis Pendidikan Intan Jaya menyatakan, disamping mampu merubah wajah pendidikan Kabupaten Intan Jaya juga akan menjadi contoh bagi guru-guru asli (lokal) Intan Jaya untuk merubah sikap.
“Dengan kehadiran para guru dari Program GPDT ini, guru-guru lokal bisa berubah, betah berada di tempat tugas, para guru ini dapat mendorong guru-guru lokal untuk bagaimana menempatkan diri dan bertugas dengan baik, mampu menggugah para guru lokal untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri dan mengajarkannya kepada masyarakat,” tuturnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2