Santunan Anak Yatim Piatu, Warnai Peringatan Maulid Nabi Warga To’Siba

NABIRE - Santunan anak yatim piatu warnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah yang dilaksanakan Persatuan Warga Sinjai Bulukumba atau lebih dikenal dengan sebutan To Sinjai na Bulukumba disingkat To‘SIBA Nabire, Ahad 10 Januari 2016 (29 Rabiul Awal 1437 H), bertempat di salah satu rumah warga To’Siba di Kelurahan Girimulyo Kabupaten Nabire.
Pemberian santunan sekitar 25 anak yatim piatu ini, sesuai data dan pantauan media ini berjalan aman dan penuh haru. Meskipun dibatasi oleh pihak panitia, tidak mengurangi makna dari pelaksanaan santunan anak yatim tersebut.


Ketua To’ SIBA Nabire, Muhammad Nasir, pada kesempatan itu menyampaikan, sebagaimana tema yang kita ambil dalam peringatan Maulid Nabi kali ini yakni ‘Pertautkan Hati yang Retak, Jalin Kebersamaan Bangun Nabire’, kami mengajak kepada kita semua untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H untuk meneladani kepemimpinan Rosulullah sebagai gerakan perubahan memperkuat persatuan dan kesatuaan serta menciptakan kebersamaan antar sesama warga menuju tatanan kehidupan yang lebih baik.
Salah satunya teladan beliau, lanjut Nasir, yang patut kita laksanakan dan lakukan yakni menyayangi anak yatim dan piatu. Dan perlu diketahui, seperti ditambahkan Sekretaris To’Siba Nabire, Aswadi Hamid, para anak yatim dan piatu yang disantuni tersebut itu, dicari dan benar-benar layak untuk disantuni.
Mereka, lanjutnya, berasal dari keluarga yang kurang mampu dan tentunya sangat layak untuk disantuni oleh kita, khususnya warga To’Siba di Kabupaten Nabire. Para anak yatim ini ada yang dari Wonorejo, Girimulyo, Sanoba, Samabusa dan Smoker – Siriwini serta beberapa daerah di Kabupaten Nabire ini.
“Intinya kami sebelumnya dalam memberikan santunan kepada mereka mencari yang benar-benar layak. Artinya anak yang benar-benar membutuhkan uluran tangan kita dan rata-rata mereka ini
belum tahu apa-apa sertan masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD),” terangnya.
Kegiatan santunan kepada anak yatim piatu ini, imbuh Aswadi Hamid, dilaksanakan setiap tahunnya dengan disesuaikan dengan program kerja pada Persatuan To’Siba Kabupaten Nabire dan pemberian santunan anak yatim ini sebagai wujud dari ‘Pammase Mase’, yang artinya saling mengasihi antar sesama manusia atau ‘Padaidi’ / sesama kita. (wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2