Rektor USWIM Lepas Peserta PKL, Study Banding ke Jogya dan Manado

NABIRE - Kamis (14/1) kemarin, Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, secara resmi melepas sebanyak 141 orang mahasiswa guna mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan study banding ke kota Jogyakarta (Jogya) dan Manado Sulawesi Utara. Sebelum mahasiswa dilepas untuk mengikuti PKL dan studi banding terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan dan dilanjutkan dengan acara pelepasan peserta oleh Rektor. Satu kegiatan yang sangat penting bagi mahasiswa yang duduk di semester atas dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), baik itu dari program studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara, prodi Ilmu Administrasi Bisnis dan Prodi Ilmu Pemerintahan.
Informasi yang diperoleh media ini, peserta PKL dan study banding dari prodi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 30 orang dan Ilmu Administrasi Bisnis berjumlah 30 orang akan mengikuti PKL dan study banding di Jogyakarta sejak tanggal 22 Januari sampai 11 Februari 2016. Sementara itu, sebanyak 81 mahasiswa prodi Ilmu pemerintahan akan mengikuti PKL dan studi banding di Manado Sulut.
“Peserta yang akan mengikuti PKL dan study banding baik itu di Jogyakarta maupun Manado telah mengikuti pembekalan dan secara resmi dilepas oleh rektor,” Terang Dekan FISIP USWIM Nabire, Drs. E.L.Pesiwerisaa, M.Si kepada media ini.


Dijelaskan Pesiwarissa, pada acara pembekalan bagi peserta PKL dan studi banding Rektor USWIM, P.I. Suripatty, menyampaikan gambaran umum USWIM, Pembantu Rektor I, John Wear, S.Sos.M.Si, menyampaikan pelaporan seminar dan pelaporan, sedangkan E.L.Pesiwarissa, selaku Dekan FISIP menjelaskan, etika pergaulan. ”Hal-hal teknis lainnya, mahasiswa peserta PKL dan studi banding ini akan mendapat penjelasan lebih lanjut dari masing-masing ketua program studi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Ch.M. Lewerissa, S.Sos.S.Pd.M.Si kepada media ini menjelaskan, pelaksanaan PKL merupakan syarat akademik yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dalam rangka tugas akhir. Artinya, sebelum seorang mahasiswa atau calon sarjana melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan seminar proposal serta ujian skripsi mahasiswa diwajibkan oleh program studi untuk mengikuti PKL.
“Mengikuti PKL agar nantinya mahasiswa dapat mengamati fenomena-fenomena nyata yang berkaitan dengan praktek yang mana selanjutnya akan dijadikan sebagai bekal dalam mengkaji dan menganalisis sejauh mana relevansinya terhadap praktek yang dilakukan,” ungkap Lewerissa di ruang kerjanya.
Jelasnya lagi, khusus mahasiswa ilmu pemerintahan yang akan mengikuti kegiatan ini di kota Manado adalah magang pada beberapa instansi pemerintah di Manado yaitu, Kantor Kecamatan Singkil, Mapanget, Wenang, Malalayang, Sario, Wanea, Penang, Bunaken, Tunruting dan kantor kecamatan Paal Dua.
”Anak-anak ini juga akan melakukan study banding di Univeritas Samratulangi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dengan konsentrasi program studi Ilmu Pemerintahan. Selain itu, akan melakukan kunjungan ke beberapa empat wisata yang ada di kota Manado. Dengan demikian, waktu keberangkatan tim PKL dan studi banding direncanakan berlangsung pada  tanggal 15 Januari 2016 dan kembali dari Manado pada tanggal 24 Januari  selanjutnya tiba di Nabire tanggal 28 Januari 2016. Dengan demikian, waktu keberangkatan sampai dengan kembali ke Nabire selama empat belas hari,” ungkap Lewerissa. (rik)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2