Ibu-ibu RT Adukan Banjir Kalibobo ke Dewan

NABIRE – Sejumlah ibu-ibu rumah tangga (RT) dari Kelurahan Kalibobo mengadukan musibah banjir yang menimpah sebagian warga di Kelurahan Kalibobo, Nabire kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire. Perwakilan ibu-ibu rumah tangga ke perwakilan rakyat agar musibah banjir yang menimpa sebagian warga bisa dicarikan solusi bersama pemerintah daerah agar bisa menghindari tamu tak diundang usai hujan lebat dan lama.
Perwakilan ibu-ibu RT tersebut diterima Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nabire, di ruang kerjanya, Rabu (27/1) siang. “Kami datang kepada perwakilan kami, supaya nasib kami ini bisa diperjuangkan dan dibicarakan kepada pemerintah,” tutur seorang ibu, ketika menemui Ketua Komisi C.


Mereka mengeluh, sebagian rumah-rumah warga di sekitar Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) dilanda banjir gara-gara hujan lebat semalam. Sebagian rumah berlabuh di atas air, bahkan isi rumah dari satu keluar di belakang Sawmill Kalibobo, peralatan rumah tangga terhanyut banjir hingga kali besar.
Seorang ibu mengungkapkan, genangan air di dalam rumah sudah setinggi rak lemari pakaian, kalau hujan terus menerus selama beberapa hari, bisa-bisa rumah berlabuh di atas air.
Kaum ibu mengaku musibah yang mereka hadapi sudah melaporkan kepada Lurah Kalibobo, Kepala Distrik Nabire dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire.
Menurut pantauan media ini, sekitar pukul 10.00 WIT, hampir semua rumah di kawasan Kalibobo terendam air. Bahkan, satu rumah di jalan masuk yayasan Pesat, terlihat masih sibuk dengan sisa-sisa di dalam rumah, sementara di sekitar halaman masih tergenang banjir kiriman.
Kaum ibu rumah tangga tak mau direpotkan terus dengan air di dalam rumah ketika hujan mengguyur kota Nabire. Oleh sebab itu, kaum ibu mengusulkan agar pemerintah daerah secepatnya melakukan pelurusan dan pembuatan bronjongan di pinggir Kali Sapi. Karena, banjir yang menimpa warga Kalibobo pada Rabu malam, salah satunya, kiriman dari luapan air dari Kali Sapi.
Oleh sebab itu, kaum ibu meminta kepada DPRD agar tolong mendukung Lurah Kalibobo karena sudah mengusulkan untuk pembuatan bronjongan talut sepanjang Kali Sapi kepada pemerintah daerah. “Kami minta DPRD tolong bantu dan memperjuangkan untuk pemasangan talut sepanjang Kali Sapi,” usulnya.
Menanggapi keluhan warga, Mathias Pigay mengatakan untuk mengatasi masalah banjir di Kalibobo, selain bronjongan dan talut sepanjang Kali Sapi, pemerintah juga harus membangun parit dan pelebaran jalan di tengah Kalibobo khususnya jalan masuk kiri-kanan dari Pasar Sore di Kalibobo.
Pigay juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kaum ibu yang datang melapor ke DPRD dan menjadi salah satu tugasnya untuk memprjuangkan aspirasi dari kaum ibu kepada pemerintah di daerah ini. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2