Empat Koperasi Gelar Syukuran Penerbitan HGU Plasma

NABIRE - Bertempat di Kampung Wami, Senin (1/2) sekitar pukul 08.00 WIT, dilaksanakan kegiatan syukuran Hak Guna Usaha (HGU) Plasma. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua–Ketua Koperasi Plasma Suku Yeresiam yaitu, Yunus Monei, Alberth Nanaor, Elly Yarawobi, Nikanor Kaiwai, pengurus-pengurus Koperasi Plasma, Pengawas Koperasi Plasma, Kepala Suku, Kepala Kampung Sima, Nikolas Marariampi dan Kepala Kampung Wanggar Pantai, Leonard Nanaur, serta tokoh gereja. Pelaksanaan acara pengucapan syukur atas terbitnya HGU Plasma diawali dengan kegiatan Pembinaan Teknis Perkoperasian oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Nabire.
Ketika ditanya komentarnya terkait penyerahan HGU tersebut, Nikanor Kaiway yang merupakan salah satu ketua koperasi mengatakan, penyerahan HGU Plasma merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat. HGU Plasma yang kami terima merupakan HGU pertama milik masyarakat adat secara komunal / bersama.


“Penerbitan HGU Komunal ini bagi kami sangat senang dan sekaligus bangga karena masyarakat kampung Wanggar Pantai dan masyarakat Sima merupakan masyarakat adat yang pertama di NKRI yang mendapatkan sertifikat komunal. Apalagi hal ini menjadi contoh untuk NKRI. Penyerahan sertifikat HGU Plasma oleh NKRI diberikan oleh Gubernur Papua secara langsung kepada kami ketua-ketua koperasi di Jayapura beberapa waktu kemarin. Atas pengakuan hak adat kami oleh NKRI, kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan PT. Nabire Baru, serta ucapan hormat yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo atas kebijakan beliau yang sangat pro rakyat melalui kementriannya,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Tokoh Pemuda, Natanyel Hao bahwa keberadaan HGU Plasma menandakan hak masyarakat diperhatikan oleh perusahaan. Apalagi saat ini selain lahan inti, lahan plasma kami sudah ditanam diatas tanah kami yang sudah bersertifikat dan dengan segala rasa hormat kami mau membangun kebun kami sendiri.
Pada acara Pembinaan Teknis Perkoperasian, Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Nabire, dalam sambutannya mengatakan, untuk dapat menjadi koperasi plasma yang mandiri memerlukan proses. Seperti proses kehidupan manusia, yaitu mengandung, melahirkan, bayi kemudian tumbuh menjadi dewasa dan mandiri. Proses ini memerlukan tahapan yang membutuhkan keyakinan dan kesabaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Nabire, dalam pemberian materi Bintek Koperasi menyampaikan bahwa, Koperasi Plasma yang ada saat ini memiliki nilai prospek yang sangat tinggi. Telah ada kerjasama dengan perusahaan dalam pengembangan kebun plasma. Hal lain yang prospektif adalah adanya perjanjian kerjasama manajemen dan adanya kesepakatan jual beli hasil. Koperasi Plasma sebagai koperasi produksi tidak perlu lagi memikirkan cara untuk menjual hasil produksinya. Sudah ada kerjasama dengan perusahaan yang akan membeli seluruh hasil produksinya. Inilah kelebihan dari Koperasi Plasma sehingga koperasi ini akan menjadi koperasi yang berhasil kelak.
Pada kesempatan yang lain, Elisa Monei mewakili Tokoh Pemuda Kampung Sima menyampaikan dukungannya dan ucapan terima kasih karena telah berhasil dididik di Kalimantan. “Selama satu tahun lebih saya ikut pelatihan di Kalimantan dan saat ini saya telah memiliki ilmu untuk menjaga kebun plasma kami. Kebun ini sudah ditanam dan menjadi milik bersama masyarakat Suku Yeresiam yang tergabung dalam Koperasi Suku Waoha,” tandasnya.
Dirinya juga menambahkan, cita-cita rakyat itu pengen plasma itu kedepan berhasil baik sehingga masyarakat itu makmur, yaitu masyarakat Sima dan Wanggar Pantai, semua rakyat itu mendukung. 
Hal senada juga disampaikan oleh, Hengky Akubar, bahwa masyarakat kami dorong untuk melihat jauh kedepan. Kami anak-anak Sima ada jaga kebun masyarakat. Perusahaan telah mendidik putra-putra terbaik Sima dan Wanggar Pantai agar kami bisa sama dengan saudara-saudara lainnya di Indonesia. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2