Pimpinan DPRD Nabire Diharapkan Pahami Aturan dan Prosedur Kerja

NABIRE - Terkait sidang Paripurna Kabupaten Nabire dan keluarnya rekomendasi DPRD terhadap penetapan calon bupati terpilih yang dilakukan KPU Nabire. Mestinya, ibu Ketua I DPRD kabupaten Nabire, Marci Kegou pahami dengan baik pahami dengan baik aturan dan prosedur kerjanya.
Pasalnya, lembaga KPU adalah lembaga negara bukan lembaga pribadi atau lembaga non formal. “Yang saya maksudkan disini adalah, Ibu Marci mestinya pahami terhadap mekanis proses gugatan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Kita harus bedakan putusan sela dan putusan final MK. Karena, biarpun ada putusan sela, tapi MK masih memberikan kesempatan kepada kandidat tertentu untuk mengajukan keberatan atas putusan sela. Kalau keberatan itu diterima, maka proses persidangan tetap lanjut masuk pada pemeriksaan terhadap saksi dan pemeriksaan bukti-bukti,” Demikian diungkapakan Ketua Tim pemenangan pasangan Deky Kayame,SE dan Drs. Adauktus Takerubun, Mesak Magai, S.Sos,M.Si baru-baru ini kepada media ini via handphone selulernya.


Dijelaskan Mesak, Wakil Ketua I DPRD Nabire, Marci Kegou diminta segera mengambil langkah untuk mengamankan Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua  tentang pengangkatan Ibu Naomi Kotouki,S.Ip menjadi ketua DPRD Kabupaten Nabire. “Wakil Ketua DPRD harus bisa mengamanan SK Gubernur Papua, tapi keterkaitannya SK gubernur tersebut bila pihak-pihak tertentu merasa keberatan atau merasa dirugikan silahkan mengajukan protes melalui PTUN di Makassar,” terangnya.
Dikatakannya, rakyat kabupaten Nabire telah menilai bahwa anggota DPRD Nabire periode yang sedang berjalan ini teristimewa pimpinan DPRD sangat lemah. Masyarakat menilai tiga fungsi DPRD tidak dilaksanaan secara baik. Hal ini disebabkan karena, mungkin anggota DPRD Nabire terutama pimpinan tidak mengetahui tugas dan fungsinya. Pimpinan maupun anggota DPRD Nabire adalah petugas atau utusan partai politik yang saat ini duduk di kursi parlemen.
Jadi, ketika anggota DPRD dalam menjalankan tugas, bila tidak patuh atau tidak menjalankan misi partai, maka sudah pasti akan diberikan sangsi oleh Parpol yang mengusungnya. “Dalam kaitan ini, saya katakan bahwa ibu Wakil Ketua I DPRD Nabire ini menciptakan bom waktu untuk dia sendiri dalam karir politik. Karena, tindakannya di kursi parlemen sudah tidak loyal kepada Parpol yang mengusungnya,” kata Mesak.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Nabire, Hengki Kegou,SH yang mengusung Wakil Marci Kegou untuk menduduki anggota DPRD Nabire mengatakan, DPD PAN Nabire telah mengusung pasangan Deky Kayame dan Adaukutus Takerubun sebagai calon bupati Kabupaten Nabire.  Saat ini, gugatan Pilkada Nabire sedang bergulir di MK, dengan demikian  mestinya pimpinan DPRD Nabire memahami aturan main, bukan menerima penetapan KPU Nabire apalagi melakukan pleno atas bupati terpilih versi KPU Nabire dan kandidat tertentu tanpa ada putusan final dan mengikat. “Kita harus pahami bersama bahwa, putusan MK atas sengketa Pilkada Nabire belum final. Kita tunggu dulu putusan finalnya,” katanya.
Diakuinya bahwa, beberapa tindakan Wakil Ketua I DPRD Nabire telah diketahui melenceng sehingga pihaknya akan mengevaluasi. Karena, anggota legislatif adalah petugas partai sehingga harus menunjukkan dedikasi dan loyalitas kepada Parpol. “Kalau anggota DPR Nabire dari PAN ternyata melanggar AD/ART Partai PAN, maka sebagai pengurus akan mengambil tindakan tegas,” terangnya via handphone kepada media ini. (rik)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2