Lomba Pop Singer Lagu Rohani Bahasa Wate Resmi Ditutup

NABIRE - Lomba Pop Singer Lagu Rohani Bahasa Wate secara resmi ditutup oleh Kepala Umum Suku Besar Wate, AlexRaiki diwakili Sekretaris Umumnya, Sabtu (4/2) di Aula Kasih Tabernkel Nabire.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekum Suku Besar Wate, Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki mengatakan dan berpesan, kepada peserta, lomba itu dilaksanakan untuk membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dalam bidang tarik suara, mengembangkan talenta yang telah diberikan oleh Tuhan untuk memuliakan-Nya.


Dalam kontes pembinaan, tujuannya bukan sekedar mencari siapa penyanyi terbaik putra maupun putri, tetapi secara komprehenship membina mentalitas kaum muda untuk berkembang dalam wacana yang lebih luas mampu menginterprestasikan syair-syair yang dinyanyikan dalam kehidupan nyata menjadi pesan yang hidup kepada lingkungan sekitar agar melihat Yesus melalui sikap hidup, dengan demikian sudah membertakan Injil seperti tema peringatan Hari Pekabaran Injil ke-161 di Tanah Papua yaitu celakalah aku jika tidak membertakan Injil.
“Sikap seperti itu tentu saja akan mengembangkan kualitas kepribadian generasi muda yang lebih menghargai waktu dengan sikap disiplin dan karakter hidup yang menunjukan kita adalah murid-murid Kristus yang selalu bersyukur atas kesempatan istimewa yang diberikan Sang Pencipta kepada kita melalui kehidupan ini,” tuturnya.
Kepada tim kerja, luar biasa telah menunjukan hasil dengan parameter yang berbeda, mengingat ini adalah tahun kedua kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan.
“Perbedaan bukan suatu perbedaan hingga mampu menunjukan perbedaan itu sendiri. Saya bahagia berada dalam lingkungan orang-orang yang mampu menunjukan sebuah perbedaan. Mari kita tidak berpuas diri melainkan terus menggali kemampuan dan potensi, berkreasi tanpa batas dengan ide-ide yang paling liar sekalipun dan melakukannya dengan cara-cara yang paling sederhana karena disana terletak kecerdasan yang mampu mengubah situasi, bahkan dari yang mustahil menjadi mungkin,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Alex Raiki menyampaikan terima kasih kepada dewan juri, seluruh masyarakat yang berada di kampung-kampung mulai Totoberi hingga Wanggar Pantai yang telah ikut ambil bagian baik langsung maupun tidak untuk mendukung suksesnya kegiatan itu.
Menurutnya, sebagai bentuk syukur bersama pada peringatan Hari Pekabaran Injil ke Tanah Papua ke-161, telah menjadi bagian kecil dari karya Tuhan yang Maha Luas untuk menyelamatkan sebuah generasi dan peradaban dalam ketetapan Tuhan menjadikan pemangku otoritas secara adat sekaligus pemilik Hak Ulayat diatas tanah dimana berpijak.
“Melalui proses pembelajaran semacam ini, harapan saya kita dapat hidup berdampingan bersama seluruh komponen masyarakat lainnya sebagai saudara sebangsa untuk menatap hari esok yang lebih baik,” pungkasnya. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2