Bupati/Wabup Nabire Dilantik 17 Februari 2016

NABIRE – Pasangan kepala daerah (Kada) terpilih 2015 akan segera dilantik. Karena Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri sudah terbit. Rencana pelantikan itu tertuang dalam SE Nomor 005/389/SJ. SE itu ditandatangi Mendagri Tjahjo Kumolo, 5 Februari 2016. Pelantikan Bupati dan Walikota terpilih akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing. Sebelum bupati dan walikota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
Dikatakan Bupati terpilih Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos, dirinya juga sudah mendapatkan informasi terkait pelantikan bupati dan wakil bupati. Kata Isaias, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Nabire hasil Pilkada Nabire 2015, akan dilantik pada Rabu (17/2) pekan depan di Jayapura.


“Memang sudah ada Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri terkait rencana pelantikan kepala daerah. Ada pemberitahuan dari presiden melalui Mendagri memerintahkan gubernur untuk melantik bupati dan wakil bupati di wilayahnya. Pelantikan serentak terhadap bupati dan wakil bupati di wilayah Papua akan dipusatkan di Jayapura. Termasuk saya dan pasangan saya juga akan dilantik pada waktu yang sama,” ujar Isaias Douw kepada media ini, Selasa (9/2) kemarin.
Terkait dengan pelantikan yang semakin dekat, Isaias Douw mengharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire dan juga para calon yang ikut Pilkada Nabire bersama timnya, untuk bersama-sama bekerja untuk Kabupaten Nabire. Kata Isaias, kini saatnya kita semua yang ada di Kabupaten Nabire untuk ikut serta dalam memajukan daerah dan menjaga daerah ini bersama-sama agar tetap aman, damai dan kondusif. Dengan terciptanya keamanan daerah, akan mendukung keberhasilan roda pembangunan daerah.
“Mari bersama-sama kita lanjutkan pembangunan yang sudah pernah kita kerjakan. Kita lanjutkan pembangunan demi kemajuan daerah kita,” harapnya.
Disinggung soal pelantikan yang dipusatkan di Jayapura, kata Isaias, tempat pelantikan sudah ditentukan sesuai petunjuk pemerintah pusat, yakni di Jayapura. Namun demikian, pelantikan yang dipusatkan di Jayapura tidak mengurangi makna dari agenda penting bagi masyarakat Kabupaten Nabire. Karena, kata Isaias, pada hari yang sama setelah pelantikan dirinya akan langsung kembali ke Kabupaten Nabire.
“Saya sampaikan kepada semua masyarakat pendukung maupun tim sukses, semua pakai baju di Jayapura tapi buka baju sore harinya di Nabire. Artinya, begitu pelantikan selesai digelar di Jayapura, kita langsung ke Bandara Sentani untuk menuju ke Nabire di hari itu juga. Masyarakat Nabire silahkan tunggu di Bandara Nabire, karena di hari yang sama kami akan langsung balik ke Nabire,” ujarnya.
Isaias Douw juga terus menghimbau kepada semua pihak di Kabupaten Nabire untuk tetap menjaga keamanan daerah bersama-sama. Diharapkan masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Karena dalam waktu dekat, bupati dan wakil bupati Nabire akan dilantik di ibukota Provinsi Papua sesuai dengan Surat Edaran Mendagri.

*SE Mendagri Pelantikan Kepala Daerah 17 Februari
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riatmadji memastikan pasangan kepala daerah (kada) terpilih 2015 segera dilantik. Karena surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri sudah terbit.
Rencana pelantikan itu tertuang dalam SE Nomor 005/389/SJ. SE itu ditandatangi Mendagri Tjahjo Kumolo, 5 Februari 2016. “Itu (SE, red) benar. Pelantikan Bupati dan Wali kota terpilih akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing,” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Jumat (5/2).
Dodi menjelaskan, sebelum bupati dan wali kota terlebih dahulu gubernur terpilih dilantik di Istana Negara, 12 Februari 2016.
“Kepala daerah yang dilantik adalah gubernur, bupati dan wali kota yang akhir masa jabatan (AMJ) berakhir pada bulan Januari. Sedangkan kepala daerah yang berakhir Maret, April, Mei, Juni akan digelar Maret 2016 mendatang,” urai Dodi.
Usai dilantik, bupati dan wali kota diundang ke Jakarta untuk mendengarkan arahan Presiden, Menko, KPK, BIN dan lainnya. “Itu semua dilakukan supaya pola pikirnya komprehensif. Lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas,” imbuh Dodi.
Untuk kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu, tetap akan dilantik. Namun, jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai terdakwa, maka jabatannya akan langsung dicabut.
Hal senada juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dikatakan, pelantikan wali kota dan bupati beserta wakilnya akan dilakukan serentak pada 17 Februari 2016 di provinsi masing-masing.
"Pelantikan bupati, wali kota dilakukan serentak pada 17 Februari di provinsi masing-masing, kecuali untuk Kalimantan Tengah yang melantik Mendagri karena pejabat gubernurnya masih Plt," kata Tjahjo Kumolo, Jumat (5/2).
Tjahjo mengatakan pelantikan bupati dan wali kota beserta para wakilnya ini dilakukan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur seluruh Indonesia dilakukan pada 12 Februari 2016 di Istana Negara.
"Setelah dilantik para wali kota dan bupati akan kami undang ke Jakarta, mendengarkan arahan Presiden, Menko terkait, KPK, BIN dan lain sebagainya supaya pola pikirnya komprehensif, lalu mereka akan mengikuti diklat di Lemhanas," ujar Tjahjo.
Sementara itu bagi para kepala daerah yang masih menjalani sidang sengketa, baru akan dilakukan pelantikan secara serentak pada Maret 2016.
Untuk kepala daerah terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka dan terindikasi melakukan praktik korupsi, politik uang hingga ijazah palsu, tetap akan dilantik, dan apabila yang bersangkutan ditetapkan sebagai terdakwa maka jabatannya akan langsung dicabut.

*Jadwal Lengkap Pelantikan
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menyusun jadwal pelantikan untuk kepala daerah hasil Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu. Pelantikan disiapkan dalam 3 tahap.
"Tanggal 12 Februari pukul 10.00-11.00 WIB, (pelantikan) 7 gubernur dilantik Bapak Presiden (Joko Widodo) di Istana Negara," ucap Mendagri Tjahjo Kumolo dalam pesan singkat, Selasa (9/2).
Kemudian, tanggal 17 Februari 2016 pelantikan secara serentak untuk 202 bupati dan wali kota oleh gubernur masing-masing sesuai undang-undang. Pelantikan digelar di ibu kota provinsi seluruh Indonesia
"Catatan, 4 kabupaten/kota dan 1 provinsi diundur, 7 Bupati, Wali Kota masih diproses sengketa di MK," ujar Tjahjo.
Pelantikan berikutnya, gelombang dua, bulan Maret 2016. Yaitu pelantikan untuk 11 bupati, wali kota dan 1 Gubernur Kalimantan Tengah jika tidak ada masalah sengketa di MK.
"Bulan Juni 2016, (pelantikan) 1 Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dan 30-an bupati, wali kota. Dilantik di ibu kota provinsi, karena sesuai ketentuan undang-undang masa habis jabatan kepala daerah bulan Juni tidak boleh dikurangi," kata Tjahjo. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2