Kubangan Air dan Becek Hiasi Jalan di Girimulyo

 

NABIRE – Hingga bulan kelima tahun 2013 ini, masih dijumpai sejumlah sarana umum di Kabupaten Nabire yang seharusnya sudah mendapat penanganan serius. Salah satunya adalah sarana umum jalan raya. Sampai saat ini masih ada ruas jalan di dalam kota yang masih dihiasi kubangan air dan becek di kala musim penghujan. Pemandangan seperti ini, salah satunya masih dijumpai di ruas jalan Girimulyo, dari perempatan depan Batalyon 753 arah Kampung Harapan.

 

 

Kerusakan jalan di Girimulyo ini tergolong cukup awet. Kerusakan pada ruas jalan ini pada beberapa bulan yang lalu terlihat sempat ditangani walau hanya dengan melakukan penimbunan. Penimbunan jalan pun tidak bertahan lama, lubang di ruas jalan kembali bermunculan. Terlebih karena ruas jalan ini termasuk ruas jalan yang cukup ramai kepadatan lalu lintasnya.

 

Salah seorang warga pengguna ruas jalan itu mengakui jika kerusakan ruas jalan di Girimulyo ini sudah lama terjadi. Hanya saja, hingga saat ini belum juga dilakukan pengaspalan kembali pada ruas jalan yang sudah terlihat hancur itu. Imbas kerusakan ruas jalan itu, katanya, setiap pengendara harus berhati-hati ketika melintas di ruas jalan itu.

 

Dirinya berharap agar pemerintah daerah bisa membuka mata dan segera memperbaiki jalan yang rusak itu. Katanya, daerah Girimulyo merupakan wilayah yang masih berada di dalam kota, hanya saja sepertinya nasib ruas jalan tidak jauh berbeda dengan ruas jalan yang berada nun jauh di luar kota sana.

 

“Saya lihat di sejumlah ruas jalan dalam kota yang rusak sudah diperbaiki, tapi entah kenapa di jalan ini masih saja belum ditangani. Kalau bicara soal kepadatan lalu lintas, ruas jalan ini juga tergolong tinggi lalu lintas kendaraan yang melintas. Apakah harus ada pejabat tinggi lewat dulu baru dilakukan perbaikan, atau karena alasan lain sehingga belum juga ada perbaikan jalan dari pemerintah,” tutur warga ini.

 

Salah seorang warga lainnya juga berkomentar, warga Girimulyo juga memberikan kontribusi dengan membayar pajak kepada pemerintah. Seyogyanya hak mendapatkan fasilitas umum yang baik juga harus bisa diperoleh. Dirinya juga mempertanyakan kepada pemerintah, alasan apa sehingga kerusakan jalan ini belum juga bisa diperbaiki.

 

“Hujan sebentar saja, jalan yang berlubang langsung digenangi air. Kita yang melintas pake motor harus ekstra hati-hati, selain menghindar dari lubang juga kita harus menghindar dari cipratan air dari kubangan itu,” tuturnya.

 

Dirinya berharap agar pemerintah bisa segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan yang rusak itu. Agar kondisi jalan bisa bertahan lama, dirinya berharap agar dilakukan pengaspalan kembali di ruas jalan itu. Jika hanya dengan melakukan penimbunan saja, itu tidak cukup, karena ruas jalan akan cepat rusak kembali.

 

“Entah sudah berapa tahun ruas jalan ini tidak diaspal. Di sepanjang ruas jalan itu, kita sudah sulit untuk menjumpai aspal yang menempel di jalan. Artinya, pengaspalan di ruas jalan itu sudah sangat lama sehingga kini sudah saatnya untuk dilakukan pengaspalan kembali,” harapnya. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2