Masyarakat Pertanyakan Manfaat Tower Telkomsel Topo

NABIRE – Masyarakat Topo, Distrik Uwapa mempertanyakan manfaat dari kehadiran bangunan tower milik PT Telkomsel yang berlokasi di Satuan Pemukiman (SP) Topo. Karena, selama dua tahun ini, sejak tower tersebut selesai dibangun, ternyata tidak ada jaringan telekomunikasi seluler (Telkomsel) ke dan dari Topo sehingga tower tersebut hanya menjadi kerangka besi di tengah pemukiman warga SP I Topo.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Athen Maday di Gedung DPRD, Bumi Wonorejo, Selasa (9/2) mengatakan pemancar yang dibangun untuk membuka jaringan telepon seluler di wilayah Topo itu tidak berfungsi. Sudah dua tahun lebih, sejak towernya selesai dibangun, tetapi sampai saat ini tidak ada jaringan telokomsel. Tower Telkomsel yang dibangun untuk membuka hubungan komunikasi ke Topo dan keluar dari Topo lewat udara, melalui jaringan telepon itu tidak berfungsi, yang ada hanya bangunan towernya saja. Harapan masyarakat kawasan Topo untuk bisa akses komunikasi lewat jaringan telepon seluler belum juga terjawab.


Oleh sebab itu, kata Athen, kalau Telkomsel tidak mau pakai tower yang, masyarakat mau bongkar dan bakar saja. Karena tidak ada gunanya, ada kerangka besi untuk tower bersama antena pemancar tetapi tidak bisa menyala dan memantul dan memancarkan jaringan komunikasi.
Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Nabire yang melaksanakan kunjungan kerja ke Distrik Uwapa tahun lalu juga mempersolkan tower Telkomsel yang sudah selesai dibangun dua tahun lalu tetapi tidak dimanfaatkan sebagai pemancar jaringan Telkomsel. Masyarakat setempat mempertanyakan, kapan tower Telkomsel ini bisa berfungsi untuk menerima dan memancarkan saluran telepon.
Ketika ditanya, pelepasan dan masalah tanah atas areal yang dipakai Telkomsel untuk membangun tower Telkomsel, wakil rakyat dari Topo ini mengatakan tidak ada masalah. Karena tower tersebut dibangun di atas tanah bersertifikat. Bahkan, sudah ada surat bukti penyerahan yang sudah ditandatangani antara mereka yang berkepentingan. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2