Informasi Pelantikan Bupati/Wabup Nabire Dinilai ‘Pembohongan Publik’

NABIRE - Berkaitan dengan kabar yang sedang berhembus di Kabupaten Nabire beberapa hari terakhir ini terkait akan dilakukan prosesi pelantikan pasangan bupati terpilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tanggal 9 Desember 2015 lalu. Dimana,  adanya rencananya pelantikan yang diisukan pada tanggal 17 Februari 2016 di Jayapura Ibukota Provinsi Papua itu dinilai ‘pembohongan publik’. Karena, rencana pelantikan bupati dan wakil bupati kemungkinan besar akan batal, sebab sampai dengan saat ini pemerintah Provinsi Papua belum mengantar surat ke Kementerian Dalam Negeri agar selanjutnya menerbitkan Surat Keputusan (SK) peresmian dan penetapan pasangan bupati terpilih.


“Karena, informasi yang kami peroleh bahwa sampai dengan saat ini belum ada usulan yang disampaikan oleh Pemprov Papua dalam hal ini oleh Gubernur Papua. Surat pengantar Gubernur Papua tentang usulan pasangan bupati terpilih belum diantar ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, guna diproses SK peresmian dan penetapan pasangan bupati terpilih,” Demikian ditegaskan Sekretaris Tim Sukses Pasangan DEKAT, Hengky Kegou, SH kepada Papuapos Nabire Rabu (10/02) kemarin, via handphone dari Jakarta.
Menurut Hengky, rencana pelantikan yang diisukan itu adalah pembohongan publik secara sepihak oleh pihak tertentu dan tim suksesnya. Surat pengantar gubernur Papua belum diantar ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar diproses SK peresmian dan penetapan pasangan bupati terpilih. Itu artinya, apa yang selama ini dilakukan oleh beberapa pihak di kabupaten Nabire terkait isu tersebut adalah tindakan melawan hukum. “Itu kegiatan mengada-ada, kegiatan yang tidak bermanfaat bagi rakyat kabupaten Nabire. Tindakan yang dilakukan untuk mendesak ketentuan perundang-undangan, itu namanya tabrak aturan sana-sini,” tegas Hengky.
Diakuinya, apa yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah provinsi Papua benar adanya. Karena, mereka adalah orang-rang yang taat terhadap ketentuan perundang-undangan yang  berlaku di Republik Indonesia. “Sampai dengan saat ini, surat pengantar dari Gubernur Papua tentang pengusulan SK pasangan bupati terpilih belum ada. Itu artinya bahwa, pemerinth provinsi Papua benar-benar menghormati proses hukum yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pihaknya sudah melakukan kroscek soal pelantikan pasangan bupati terpilih dari Provinsi Papua di Dirjen Otonomi Daerah, akan tetapi hingga saat ini belum ada pengantar dari pemerintah provinsi Papua. Dengan demikian dirinya yakin 100 persen pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih di Provinsi Papua tidak terlaksana pada tanggal 17 Februari 2016  seperti yang sedang diisukan di Kabupaten Nabire.
“Jadi setelah kami kroscek kemarin, oleh Dirjen Otonomi Daerah sampaikan kepada saya bahwa, untuk Provinsi Papua 11 kabupaten/kota  yang sudah melakuan Pilkada pada tahun 2015 lalu, tentunya akan diusulkan satu paket oleh Gubernur Papua. Hari ini, Gubernur Papua tidak ada di Jakarta tetapi ada di luar negeri sehingga proses pelantikan bupati/wakil bupati tidak mungkin terlaksana pada tanggal 17 Februari 2016,” papar mantan anggota DPRD Nabire ini seraya mengharapkan kepada masyarakat kabupaten Nabire agar tidak terpancing dengan segala macam isu yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja dihembuskan oleh orang-orang  yang tidak bertanggungjawab pula. (rik)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2