Caleg Harus Kantongi SK Pemberhentian untuk Masuk DCT

NABIRE – Soal perlu tidaknya Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari anggota dewan bagi mereka yang mencalonkan diri pada Pemilu 2014 dengan Partai Politik berbeda, hingga kini masih ada penafsiran yang berbeda. Dari pihak anggota Dewan ada yang berpendapat bahwa untuk mencalonkan diri di Pemilu 2014, tidak diharuskan SK pemberhentian sebagai anggota Dewan. Sementara KPU sebagai pihak penyelenggara menyebutkan bahwa SK pemberhentian sebagai anggota Dewan wajib hukumnya untuk dipenuhi.


Terkait persoalan ini, Ketua DPRD Kabupaten Nabire pernah melayangkan surat ke KPU pada tanggal 26 April 2013, untuk meminta penjelasan tertulis pasal 19 huruf i angka 2, huruf j dan huruf k Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2013. KPU pusat melalui ketuanya, Husni Kamil Manik, telah melayangkan jawaban tertulis tanggal 7 Mei 2013 kepada KPU Provinsi Papua untuk selanjutnya disosialisasikan kepada KPU kabupaten/kota.
Point pertama penjelasan dari KPU pusat, anggota  Parpol yang dicalonkan oleh Parpol yang berbeda dengan Parpol asal, baik Parpol peserta Pemilu maupun bukan peserta Pemilu melampirkan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota Parpol asal (Model BB-5) sebagaimana terdapat pada lampiran Peraturan KPU nomor 13 tahun 2013.
Point kedua, apabila anggota Prpol sebagaimana dimaksudkan pada angka 1 merupakan anggota DPRD, maka surat penyataan pengunduran diri harus dilengkapi dengan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPRD dan surat keputusan pemberhentian sebagai anggota DPRD
Point ketiga, surat keputusan pemberhentian sebagai anggota DPRD dilampirkan pada saat pengajuan bakal calon atau diserahkan pada masa perbaikan hasil verifikasi administrasi pada tanggal 9 sampai dengan 22 Mei 2013.
Point keempat, apabila surat keputusan pemberhentian sebagai anggota DPRD belum dapat dilampirkan pada masa perbaikan, KPU kabupaten/kota menyatakan Belum Memenuhi Syarat (BMS) pada lembar verifikasi. Dan bakal calon yang bersangkutan dimasukkan dalam DCS dengan catatan masih belum memenuhi syarat, dan agar dipenuhi pada masa pengajuan penggantian bakal calon yaitu tanggal 26 sampai dengan 1 Agustus 2013.
Point kelima, bakal calon yang belum menyampaikan surat keputusan pemberhentian sebagai anggota DPRD dapat mengganti dengan surat keterangan pimpinan DPRD atau sekretaris DPRD bahwa pemberhentian sebagai anggota DPRD sedang diproses, dan paling lambat disampaikan ke KPU kabupaten/kota pada tanggal 1 Agustus 2013, sehingga bakal calon yang bersangkutan memenuhi syarat untuk masuk dalam DCT.
Ketika dikonfirmasi media ini, Ketua KPU Nabire, Yusuf Kobepa, membenarkan hal itu. Katanya, SK pemberhentian dari anggota DPRD merupakan syarat bagi Caleg yang mencalonkan diri dengan menggunakan Parpol berbeda. KPU Nabire, kata Yusuf Kobepa, akan tetap berpegang pada aturan yang ada.
“Saya tegaskan kembali, SK pemberhentian dari keanggotaan DPRD paling lambat sudah diserahkan ke KPU pada tanggal 1 Agustus 2013. SK pemberhentian ini merupakan salah satu syarat pencalonan, jadi harus dilengkapi,” ujarnya.
Disinggung soal adanya anggapan pihak lain agar KPU tidak mencampuri urusan Parpol soal PAW anggotanya, jawab Yusuf Kobepa, KPU Nabire tidak akan mencampuri urusan soal PAW anggota DPRD yang akan maju di Pemilu 2014 menggunakan Parpol berbeda. Hanya saja, lanjut Yusuf, KPU hanya menjalankan aturan yang mengatur soal pencalonan anggota legislatif pada Pemilu 2014 mendatang.
“Kami hanya meminta Caleg untuk melengkapi syarat. Untuk anggota DPRD yang mencalonkan diri menggunakan Parpol berbeda, disyaratkan untuk menyerahkan SK pemberhentiannya sebagai anggota Dewan. Soal bagaimana proses PAW itu bukan urusan KPU, silahkan pihak terkait melakukannya,” kata Yusuf Kobepa.
Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya SK pemberhentian maka itu menjadi dasar kuat Caleg yang bersangkutan sudah benar-benar tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD. Dengan adanya SK maka sudah tidak ada lagi hak dan kewajiban sebagai anggota DPRD. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2