Ruas Jalan Masuk Kampung Makimi Rusak Berat, Penumpang dan Sopir Mengeluh

NABIRE - Akibat kondisi ruas jalan masuk Kampung Makimi rusak berat sepanjang 7 KM, membuat masyarakat yang juga penumpang bersama para sopir mengeluh. Mereka meminata agar ada perhatian pemerintah untuk kembali melakukan pengaspalan pada ruas jalan masuk ke Kampung Makimi.


Karena saat ini ruas jalan masuk ke Kampung Makimi bukan saja digunakan oleh masyarakat kampung.  Tetapi saat ini Muara Sungai Lagari sudah menjadi logpon persinggahan bongkar muat dari masyarakat 6 kampung Distrik Napan dan masyarakat Distrik Wapoga.  Sehingga pemerintah Kabupaten Nabire harus serius memperhatikan ruas jalan tersebut agar masyarakat tidak lagi mengalami hambatan.
Misalnya saja dengan kondisi jalan yang rusak berat ini, angkutan Damri maupun angkutan lainnya selalu saja membatasi angkutan barang bawaan milik masyarakat/penumpang.  Sementara barang milik penumpang itu merupakan sumber pendapatan yang nantinya akan dijual untuk mendapatkan uang dan bisa digunakan untuk membayar mobil dan juga membeli kebutuhan–kebutuhan lainnya.
“Sekarang ruas jalan masuk ke Kampung Makimi bukan saja digunakan masyarakat Kampung Makimi, tetapi juga oleh masyarakat Distrik Napan dan Wapoga. Dimana muara kali Lagari sebagai tempat sandaran perahu dan selanjutnya masyarakat dua distrik ini menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat berupa taxi dan Damri ke kota,” kata beberapa penumpang asal Kampung Masipawa dan Weinami kepada Papuapos Nabire, Sabtu (1/6)  di Muara Kali Lagari.
Masyarakat mengharapkan adanya perhatian serius Bupati Nabire untuk memperhatikan ruas jalan masuk ke Kampung Makimi. Karena ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat yang juga membatasi muatan barang penumpang.  Selain itu juga para sopir takut membawa barang, karena akan ada kendala pada ban mobil yang membuat kemacetan di jalan.
Selain ruas jalan Makimi sebagai sarana angkutan penumpang dan barang, juga sebagai sarana angkutan bahan–bahan bangunan.  Rata-rata di Distrik Napan serta Wapoga dan Kampung Makimi sedang kiat membangun  dengan dana respek.(des)      

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2