Warga RT 17 Nabarua Palang Jalan dengan Sampah

NABIRE - Akibat adanya ular putih dan bau tak sedap bagi warga sekitar Jembatan Kali Nabarua tepatnya RT 17 Keluarahan Nabarua, warga palang ruas jalan dengan menggunakan sampah rumah tangga yang dibuang warga pada pinggiran Jembatan Kali Nabarua.


Ibu Mia Karma, salah seorang warga RT 17 Kelurahan Nabarua yang pada awalnya melakukan palang, Papuapos Nabire, Minggu (14/7), menuturkan, awalnya pada Jumat malam dirinya hendak ke kios untuk membeli obat nyamuk. Tepat di depan sampah ada ular putih yang muncul dan mengejar dirinya.
Saat itu dirinya berusaha menghindar dan lari.  Saat dirinya lari hampir ditabrak mobil. “ntuk itu saya selaku warga RT 17 pada pagi hari Sabtu (13/7) melakukan pemalangan jalan dengan sampah-sampah yang ada agar ada perhatian dari pemerintah,” tambahnya.
Selaku warga Nabire ketika mendengar melalui RRI telah disiarkan bahwa Nabire ini kota bersih.  Namun kenyataan, banyak sampah yang dibuang warga Nabire.  Sampah-sampah itu berasal dari rumah–rumah tangga yang tidak diperhatikan secara baik.
Aksi pemalangan yang dilakukan itu mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.  Karena sampah-sampah yang ada itu dapat menimbulkan bau tak sedap setiap hari bagi warga sekitar lokasi pembuangan sampah. Imbas pemalangan, kendaraan tidak bisa melwati ruas jalan tersebut. Warga bersama ketua RT 17 tetap berdiri hingga datang Kepala Kelurahan Nabarua. Dan tidak lama berselang, Kasat Sahbara Polres Nabire datang dan menemui warga agar jalan dibuka dan ada pertemuan lanjut pembahasan sampah–sampah tersebut.
Siang harinya, terlihat Kepala Distrik Nabire, Maikel Y. Danomira, SSTP bersama pasukan Satuan Polisi Pamong Praja diterjunkan untuk membersihkan sampah. Dilakukan penyemprotan lokasi sampah agar tidak menimbulkan bau lagi bagi masyarakat.
Ada kesepakatan pembangunan pos jaga di lokasi tersebut, agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di pinggiran jembatan.  Tetapi harus ada tempat pembuangan sampah yang resmi dibuat oleh pemerintah keluarahan dan  distrik.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2