Jap Marey : Caleg Anak Pesisir dan Kepulauan Harus Mampu Kumpulkan 4000 Suara

NABIRE - Tokoh politik Papua dan Nabire, Yulian Jap Marey melihat Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kabupaten Nabire yang telah diumumkan secara resmi pekan lalu dan akan ikut pertarungan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014 dan secara khusus Caleg anak Pesisir dan Kepulauan Nabire diharapkan harus mampu mengumpulkan 4.000 suara per Caleg.


Sebab menurut Marey, sejak tahun 1970-an hingga awal tahun 1990-an telah pasti di kursi DPRD anak terlihat keterwakilan orang Pesisir dan Kepulauan. Dengan demikian suara-suara rakyat yang ada di wilayah Pesisir dan Kepulauan yang ada jangan sampai dibagi ibarat kue dengan harapan agar semua dapat dan senang.
“Bahasa supaya senang dari hasil pembagian suara yang akan dilakukan ini ibarat kue yang dibagi-bagi akhirnya tidak ada yang kenyang atau dapat suara banyak untuk duduki satu kursi di parlemen. Diharapkan para Caleg anak Pesisir dan Kepulauan lihat kemampuan dulu baru Caleg. Karena untuk mendapatkan 4.000 suara sangat sulit sepanjang kita belum bersatu,” kata Yulian Jap Marey kepada Papuapos Nabire, Sabtu (31/8) di kediamannya.
Ditambahkan, kemampuan sorang Caleg anak Pesisir dan Kepulauan jangan lagi tergantung dengan istilah bagi-bagi suara ibarat kue.  Tetapi semua suara yang ada diberikan kepada satu orang Caleg untuk mencapai kuota satu kursi.
Jika tidak demikian, maka orang pantai Pesisir dan Kepulauan akan kembali menjadi budak di atas negeri kita ini. Sebagai tokoh dirinya meminta kepada semua Caleg anak Pesisir dan Kepulauan untuk melihat hal ini secara baik. Dan harus bergandengan tangan dan merapatkan satu barisan untuk mencapai tujuan.
“Kita jangan merasa hebat dan sombong dulu, tetapi kita juga belajar dari suku–suku lain yang ada di antara kita yang tetap merasa ada kebersamaan di antara mereka. Sehingga setiap kali ada Pemilu DPRD pasti ada keterwakilan di kursi DPRD. Sementara kita yang punya negeri ini mau menjadi penonton terus kah ? Saya kira solusi hanya ada pada kita semua masyarakat Pesisir dan Kepulauan,” tuturnya.
Selaku tokoh dan orang tua mengharapkan kepada semua generasi muda untuk menghilangkan kesombongan yang ada di antara kita dan marilah belajar lebih banyak. Karena tidak ada yang sulit ketika kita mau menghargai kelebihan dan kemampuan orang lain dan kita juga mengakui kekurangan kita sendiri.  Sebab apa yang kita tidak tahu pasti orang lain akan tahu dan apa yang kita tahu orang lain pasti tidak tahu. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2