Belum Saatnya Kampanye, Tapi Baliho Caleg Sudah Menjamur

NABIRE – Saat ini belum ada jadwal kampanye yang dikeluarkan oleh KPU untuk pelaksanaan tahapan Pemilu Legislatif. Hanya saja, di Kota Nabire terlihat ada Caleg yang sudah memasang baliho di tempat umum.

 

“Saya melihat baliho ini telah melangkahi jadwal kampanye para Caleg. Padahal sesuai peraturan KPU para Caleg tidak mengkampanyekan dirinya dengan bentuk apapun,” tutur seorang Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Papua dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Anastasia Yobee, Senin (2/9) di Nabire.

Lanjut Anastasia, kampanye Caleg periode 2014-2018 mendatang yang ditetapkan oleh KPU dalam Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2013 masih jauh. Namun seakan-akan tidak mau ketinggalan para Caleg yang ada di Kabupaten Nabire sudah mulai menghiasi sepanjang jalan yang ada di Kabupaten Nabire baik itu jalan provinsi, kabupaten maupun jalan desa dan kampung-kampung. Terlihat pamflet dan baliho-baliho bak jamur yang tumbuh di musim hujan.

Ia berharap para pihak yang berwajib di Kabupaten Nabire agar mengetahui berapa lama baliho itu tetap terpampang di tengah publik Kota Nabire.  Sebab di dalam penulisan baliho tersebut secara tidak langsung telah menjelaskan secara jelas tentang tulisan kampanye diri dengan nomor urutnya, tentang partainya, maupun ajakan atau pesan moral dari para Caleg.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ada juga para Caleg yang sudah mulai masuk keluar kampung dan desa-desa.  Dengan alasan sekedar bersilaturahmi dengan kerabat maupun keluarga. Dan hal itu pun sontak mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, ada yang menerima dengan baik namun ada juga yang kemudian mencemooh perilaku para Caleg. Karena terlihat seolah sedang mencari muka dengan calon konstituen agar bisa memilih mereka pada pemilihan nanti.

Hal tersebut juga kemudian ditanggapi seorang sopir Kota Nabire, Budi ditempat yang terpisah. Tanggapannya, beberapa tempat di Kota Nabire ini telah terlihat dengan pemasangan pamflet dan baliho-baliho oleh para Calon.

“Saya narik mobil terlihat ada baliho yang sedang terpasang sampai saat ini, saya pikir sudah kampanye kah pa wartawan,” kata sopir.

Selain itu, Budi mengatakan, memang ada baliho yang dipasang oleh para Caleg untuk menyampaikan selamat kepada para penganut agama Islam pada hari raya lebaran. Namun sampai saat ini baliho yang bertuliskan nomor urut, cara coblos, dan partai dan nama calon tersebut masih ada sampai saat ini.

Selain itu, ia mengharapkan kepada pihak yang berwajib agar baliho tersebut dipasang dengan jangka waktu tertentu.  Sebab dirinya sebagai seorang sopir menganggap ini mengganggu fasilitas umum seperti rambu lalu lintas atau fasilitas umum lainnya.

“Saya minta tidak boleh ada terpasang pamflet maupun baliho partai politik atau perseorangan di tempat umum. Karena selain belum waktunya untuk memasang baliho dan juga telah mengganggu fasilitas umum bagi pengguna jalan,” kata Budi.

Sementara itu, seorang mahasiswa berpendapat, baliho yang terpasang belum pada waktunya ini telah melangkahi aturan Pemilu di negara ini.

“Harus mendapatkan regulasi dalam setiap tahapan atau proses menuju Pemilu Legislatif pada 2014 mendatang supaya para Caleg maupun warga masyarakat Nabire tidak bingung dengan jadwal kampanye nanti,” katanya.

Masih menurut dia, dalam pengamatan dirinya memang ada beberapa Caleg yang nekat dengan memasang atribut mereka ditempat-tempat umum seperti rambu-rambu lalu lintas dan fasilitas umum lainnya.  Sehingga ketika pihaknya melihat hal tersebut nekad untuk menurunkan dan merobek atribut Caleg tersebut serta menurutnya juga bahwa saat ini sudah ada beberapa Caleg yang mulai mencuri start kampanye dengan cara memanfaatkan momentum acara keluarga, acara keagamaan atau pada keramaian tertentu seperti yang ada di Kabupaten Nabire. (Now)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2