Pemilik Ulayat Suku Yeresiam Berdo’a Bersama Karyawan Dukung Pendirian Pabrik Kelapa Sawit

NABIRE – Pada Minggu, 12 Maret 2017 kemarin, masyarakat pemilik Ulayat Suku Yeresiam, yang termasuk dalam Koperasi Suku Waoha yaitu marga Monei, Hanebora, Inggeruhi dan lainnya, melakukan doa bersama dalam rangka ucapan syukur dengan adanya rencana pendirian Pabrik Kelapa Sawit di wilayah adat Suku Yeresiam dan Suku Wate. Kegiatan dihadiri oleh pengurus koperasi, kepala suku, pimpinan empat denominasi gereja dan anggota koperasi serta karyawan yang bekerja di kebun plasma dan inti PT Nabire Baru.

Sesuai dengan tema ibadah doa dan ucap syukur yaitu ‘Belas Kasih Allah’. Tema tersebut mengutip dari ayat 2 Timotius 1 : 9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri”.

Wakil Ketua Klasis Nabire Barat GPDP Pendeta Victorina Samderubun, SpdK, M.Th menyampaikan tentang pentingnya memiliki hati nurani yang murni yang akan mendatangkan belas kasih Tuhan. Memiliki sikap hidup, iman yang tulus kepada Tuhan. Kita sangat bersyukur Tuhan mengirimkan orang-orang berpengalaman yang mau membangun Papua secara tulus melalui perusahaan kelapa sawit. “Walaupun banyak rintangan dan tantangan,mereka tetap bertahan sampai saat ini. Kalau mereka tidak mau mungkin mereka dari dulu sudah pergi,” ucap ibu pendeta dalam kotbahnya.

Tokoh masyarakat Yeresiam dan sekaligus Ketua Koperasi Suku Waoha, Yunus Monei mengatakan bahwa kami mengawali semua rencana masa depan kami dengan doa. Ibadah Doa dan Ucap Syukur tentang rencana pendirian pabrik merupakan langkah pertama yang harus kami lakukan.

Secara terpisah Yunus Monei meminta kepada perusahaan untuk melaksanakan acara adat sesuai dengan budaya yang ada di masyarakatnya. Selain masyarakat dan karyawan, hadir pula  tokoh adat Kepala Suku di Sima Lukas Rumirawi. 

Sebagai kepala suku beliau merasa berterima kasih dengan adanya rencana pendirian pabrik kelapa sawit yang menurutnya pabrik merupakan pasar tempat masyarakatmendapatkan hasil. Barangkali banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang pentingnya pabrik bagi usaha plasma.

“Dalam hal ini saya menegaskan bahwa kami sangat mendukung rencana pendirian pabrik kelapa sawit karena kebun plasma kami sudah hampir berbuah. Kami mau menikmati hasil. Apabila ada pihak yang mau menggagalkan atau melarang silakan. Mereka juga harusmemperhitungkan kerugian yang akan kami terima,” terang Lukas.

Yunus Monei dalamkesaksiannya menyampaikan, bahwa beberapa waktu lalu perusahaan mengalami tantangan demi tantangan. Sekalipun begitu manajemen perusahaan tetap tekun untuk datang kepada Tuhan dan mendengarkan firman-Nya. “Sampai-sampai terlintas dalam benak saya rasa tidak percaya melihat mereka masih terus memilih untuk bekerja di tempat ini. Saya yakin mereka adalah anak-anak Tuhan. Tuhan akan berbicara dan menunjukan belas kasih-Nya. Hanya pada orang-orang terpilih yang mampu bertahan,” imbuh Yunus.

Pada kesempatan yang berbeda, tokoh Lembaga Masyarakat Adat juga menyampaikan dukungan kepada perusahaan. Sebagai badan adat kami sangat mendukung untuk segera merealisasikan pembangunan pabrik kelapa sawit. Untuk itu pihak adat menghimbau kepada pemerintah, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pihak Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) agar terus berkomitmen mendukung program jelas, resmi dan legal.

Dengan adanya pabrik, kami akan menerima hasil. Jangan ada yang larang-larang lagi dan membuat berita yang tidak benar. Kami sebagai anak adat, meminta kepada perusahaan agar segera melaksanakan acara adat suku di areal yang akan menjadi lokasi pabrik. Perusahaan sebagai industri sudah memiliki pengalaman dan SOP tentang pengolahan pabrik. Hal ini sudah kami lihat di Kalimantan saat melakukan studi banding kesana sebelum adanya perusahaan PT. Nabire Baru.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2