Pelayanan Macet Karena Tidak Ada Obat

MODIO – Selama beberapa bulan terakhir ini, pelayanan kesehatan di Puskesmas macet gara-gara tidak ada persediaan obat. Akibatnya, petugas medis yang bertugas disana juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Tidak tersedianya obat-obatan ini dirasakan oleh beberapa Puskesmas dan Puskesmas Pembatu (Pustu) yang tersebar di Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat dan Piyaiye. Mau buka Puskesmas/Pustu enggan, tidak buka malu juga, demikian kondisi yang tengah dialami petugas medis di tiga distrik tersebut.

 

Kepala Puskesmas Abouyaga, Distik Mapia Barat, Elianus Gobay sepekan lalu di Modio mengungkapkan pihaknya tidak bisa berbuat banyak kepada masyarakat karena tidak ada obat di Puskesmas. Di tempat pelayanan kesehatan tidak memberikan pelayanan kepada warganya karena tidak persediaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai.

Mantri Elianus mengungkapkan malu juga kepada masyarakat karena tidak bisa melayani masyarakat, mau layani apa kalau tidak ada obat. Petugas ada di tempat tugas tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada obat.

Ia mengeluh ketidaktersediaan obat yang dirasakan oleh Puskesmas dan Pustu di kawasan Mapia bahkan hingga lembah Kamu di Kabupaten Dogiyai. Karena, ketika cek persediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan juga tidak ada. “Bukan hanya di Mapia tetapi hampir terasa di seluruh Kabupaten Dogiyai,” tuturnya.

Akibat kondisi yang demikian, Elianus menambahkan situasi yang dihadapi petugas medis di Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat da Piyaiye cukup dilematis. Mau buka puskesmas tidak ada obat, tidak mau buka malu. Masyarakat menilainya sinis, ada Puskesmas dan mantra tetapi tidak ada pelayanan. Masyarakat menilia, petugas ada tetapi hanya libur kepenjangan di kampung.

8Elianus juga mengungapkan, obat-obatan yang terima tahun lalu, sebagian diantaranya sudah expayer (lewar batas waktu pakai –red) sehingga sebagiannya dikirim kembali ke dinas. Hal serupa juga diungkapkan seorang perawat di Puskesmas Modio.

Seorang perawat dari Puskesmas Modio, tahun lalu mengaku menemukan sebagian dari obat-obatan yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai sudah expayer, sehingga tidak bisa dipakai di Puskesmas. Karena, kalau pakai obat yang expayer, nanti petugas yang dipersalahkan. Padahal itu kesalahan dinas, bukan oleh Puskesmas. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2