Kepala Suku Wate Dukung Pendirian Pabrik Kelapa Sawit

NABIRE – Minggu 12 Maret 2017 kemarin, tokoh masyarakat atau Kepala Suku Wate Kabupaten Nabire dengan sangat ramah dan santai menerima kami (pihak perusahan terbatas Nabire Baru, red) di kediamannya. Dalam diskusi tentang perkembangan perkebunan kelapa sawit, ada pernyataan kepala suku agar perusahaan segera mendirikan pabrik kelapa sawit. Hal ini disampaikan oleh Kepala Suku Besar Suku Wate, Alexs Raiki.

 

Katanya, “Kami merasa sangat bersyukur dan senang dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan dengan perusahaan PT Nabire Baru.  Saya sebagai Kepala Suku Wate Kabupaten Nabire, sangat memberikan apresiasi kepada PT Nabire Baru. Sudah sekian lama membangun kebun kelapa sawit kami di Nabire di lokasi masyarakat Wate.

Secara khusus kepada masyarakat Suku Wate, mereka dapat merasakan bekerja di perusahaan dan di lokasi plasma. Bagi mereka yang berkerja di kebun plasma, kebun mereka sendiri dan dibayar oleh perusahaan. “Ini sangat kami respon, karena mereka punya kesempatan kerja yang terlalu bagus. Setahu saya sebelum ada perusahaan mereka belum bisa makan. Dan hal ini menjadi beban bagi saya sebagai kepala suku. Kapan saya bisa kasih makan masyarakat,” ujar Kepala Suku Raiki.

Namun, dengan adanya perusahaan sudah memberikan kesempatan bekerja dan mendapat gaji. Oleh karena itu, sebagai Kepala Suku Wate Kabupaten Nabire dirinya sangat mendukung penuh pembangunan pabrik kepala sawit.

“Himbauan saya yang ditujukan kepada seluruh kepala suku dan tokoh-tokoh yang ada di Nabire. Mari bergandeng tangan untuk membangun Nabire demi kesejahteraan kita bersama. Kepada pemerintah, Bupati, DPRD, agar membantu dalam proses apapun untuk menjamin kepentingan masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire maupun di kampung tersebut. Kami mohon ini kepada bapak bupati, gubernur sampai kepada presiden,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanggar Pantai Nataniel Hao. Hao menyatakan bahwa pabrik merupakan pasar kami menjual panen dari kebun plasma. Kami semua masyarakat dan ibu-ibu di Wanggar Pantai sangat senang dengan adanya kabar gembira bahwa sebentar lagi pabrik dapat berdiri.

Menurutnya, apabila ada pihak-pihak yang tidak mendukung, berarti dia tidak berpihak pada kepentingan anak-anak kita. Bagaimana ibu-ibu punya uang? Berapa kerugian yang akan diderita? Apabila ada pihak yang tidak mendukung, kita meminta dia bertanggung jawab atas kerugian ini.

Ketua Koperasi KPMA Suku Wate Asiaina Bapak Nikanor Kaiwai, membuat pernyataan yang sama dengan Kepala Suku.

Nikanor menjelaskan tentang perjalanan panjang dalam membela hak-hak masyarakat penuh dengan tantangan. Sebagai masyarakat adat, dengan hadirnya perusahaan di wilayah adat kami, telah membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampai saat ini telah terdapat putra asli SukuWate   yang duduk dimanajemen perusahaan. Perusahaan memberikan dukungan dan kesempatan yang sama, sesuai dengan kompetensi masyarakat dan membimbingnya untuk sama dengan masyarakat lainnya. Dari masyarakat adat Suku Wate, kami merasa bersyukur dan berbangga karena selama ini kami hanya memberikan uang. Lalu, uang habis. Namun, dengan hadirnya perusahaan, telah membantu masyarakat mendapatkan hasil dari keringat mereka sendiri. Ada usaha dan kerja keras sehingga setiap 2 minggu mereka mendapat gaji.

“Saya setiap hari bertemu dengan masyarakat, dua orang, tiga orang, lima orang. Lalu saya bercerita bahwa kita semua bisa kerja di perusahaan. Lalu, masyarakat bertanya, apa bisa kami mendaftarlagi? Ketua Koperasi mengungkapkan bahwa bisa. Syaratnya melalui koperasi dan membawa KTP Asli, KTP Elektrik. Banyakmasyarakat, pemuda yang sangat senang. Apalagi mereka dapat bekerja di Kebun Plasma mereka sendiri dan mendapatkan hasil. Selain bekerja mereka juga dapat menjaga kebun tersebut,” ucapnya.

Apalagi saat ini kebun plasma kami sudah ditanam dan sudah berbuah. Sudah akan ada buah yang akan dipanen dalam beberapa bulan kedepan. Apabila sudah berbuah, maka buah tersebut harus dijual di pasar. “Pasar buah kami sudah ada, yaitu Pabrik KelapaSawit. Kami sudah ada perjanjian bahwa buah kami akan dibeli. Kami tidak susah-susah mencari tempat atau pasar untuk menjual buah kelapa sawit,” ungkap ketua koperasi.

Kami mendesak perusahaan segera membangun pabrik kelapa sawit, ungkap Kepala Suku Wate Asiaina Kampung Wanggar Pantai Yordan Hao, saat ditemui beberapa waktu yang lalu. Sebagai orang tua, kami mau anak-anak kami sejahtera. Hal ini yang bisa diwariskan kepada anak cucu kami. Kami dari awal yang menolak, lalu kami sudah mendukung dan terus berkomitmen untuk menjaganya. 

Sebagai orang adat, kami menolak pihak-pihak yang berkeinginan untuk menggagalkan rencana pendirian pabrik kelapa sawit. Kepala suku berharap tidak ada pihak-pihak yang menghambat proses pembangunan perkebunan dan pabrik kelapasawit. “Jika hal demikian terjadi, semua warga Suku Wate siap menghadapi,” pungkas Yordan Hao. (wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2