Warga Maidei-Lagari Terpaksa Berobat Ke Kota Nabire


NABIRE – Warga Kampung Maidei, Distrik Makimi terpaksa berobat ke kota dengan biaya yang tak sedikit. Padahal Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire telah membangun satu Puskesmas Perawatan di Kampung Biha (SP I) Lagari dan satu Puskesmas Pembantu (Pustu) di SP IV Lagari.


Kepala Kampung Maidei, Distrik Makimi, Genis Wonda selah-selah memantau pelebaran jalan di tengah kampung, Kamis (21/9) mengatakan selama ini, warga Maidei selama ini memilih berobat ke kota Nabire. Karena, kalau pergi berobat ke Puskesmas lagari di SP I, selalu ditolak dengan alasan Kampung Maidei berada dibawah pelayanan Pustu SP IV sehingga kalau mau berobat harus ke SP IV.
Wonda menambahkan, kalau warga Maidei berobat ke Pustu SP IV, fasilitas yang tersedia terbatas, belum lagi petugas medisnya. Warga ke SP IV kalau tidak ada obat atau petugasnya tidak ada, terpaksa harus balik ke Maidei tanpa mendapat pelayanan dan harus ke kota lagi, karena, pasien dari Maidei ditolak oleh Puskesmas Lagari. Padahal di Puskesmas, tenaganya selalu ada dan fasilitas juga ada.
Oleh karena itu, untuk dari pada bolak balik antara SP IV dan Kampung Maidei, tanpa mendapat pelayanan medis, warga Maidei memilih berobat ke kota.
Untuk menghindari hal seperti ini, kata Wonda, sebetulnya dari awal masyarakat sudah meminta kepada pemerintah agar membangun Pustu di Maidei tetapi pemerintah membangun Pustu di SP IV.
Tantangan yang dihadapi masyarakat Maidei ketika berobat ke SP IV, warga memakai jasa ojek pergi pulang. Apabila tidak ada pelayanan, harus menunggu angkutan ke kota sekian lama untuk trip ke dua pada siang harus. Mendadak, harus mengoce koceknya untuk jasa ojek ke kota dengan tariff yang cukup mahal. Sementara dari Maidei ke kota, warga bisa numpang angkutan umum pergi pulang.
Wonda menghimbau agar pemerintah melalui instansi teknis agar mencari solusi, agar warga Maidei juga bisa mendapat pelayanan kesehatan dengan biaya yang tidak mahal dan mendekatkan pelayanan kesehatan ke tengah masyarakat. (ans)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2