RRI, Lembaga Independen, RRI Tak Pernah Memihak

NABIRE - Saat ini, RRI dan seluruh angkasawan di dalamnya, bertekad untuk menegakkan penuh independensi Radio Republik Indonesia. Hal itu ditegaskan Direktur Utama RRI, Dra. M. Niken wiastuti, M.Si., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala LPP RRI Nabire Melkias Mansoben, SPT, dalam upacara peringatan Hari Radio ke-68, Rabu (11/9) kemarin.


“RRI bertekad untuk menjadi lembaga penyiaran publik yang tidak memihak salah satu partai politik, aliran kepercayaan, keyakinan, atau ideologi politik lainnya. Keberpihakan RRI, hanyalah pada kebenaran dan empat konsensus  bangsa, yakni  Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Terkait thema peringatan Hari Radio ke-68 yakni Bersama menjadi Perekat Bangsa, Niken Widiastuti, menjelaskan, pesan besar dari thema tersebut adalah untuk meneguhkan posisi RRI di dalam bangsa ini, dimana bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa,  budaya, adat istiadat, keyakinan, aliran kepercayaan dan beragam pemikiran politik.
Tuturnya, RRI dan para angkasawannya harus paham di mana posisinya. Posisi RRI, bersama elemen-elemen negara lainnya, melakukan fungsi untuk merekatkan semua keberagaman demi terwujudnya Bhineka Tunggal Ika dan tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini adalah  positioning penting RRI sebagai lembaga penyiaran publik,” katanya.
Menurutnya, positioning atau penempatan posisi RRI tersebut harus tampak dari berbagai mata acara siaran yang diproduksi oleh programa 1, 2, 3, 4, dan Voice of Indonesia serta dipublikasikan oleh kbrn-rri.co.id.Materi siarannya, tidak saja menyajikan informasi fakta-fakta di lapangan, akan tetapi juga harus menghadirkan upaya solutif dan edukatif. Acara siaran RRI harus berkualitas dan menarik,” jelasnya.
“Hal itu penting, sebab tidak akan banyak berarti suatu materi yang baik akan tetapi tidak menarik dan rendah kualitasnya. Salah satu indikatornya adalah tingkat cakupan jumlah pendengar siaran RRI  atau audience share dan banyaknya pengakses rri.co.id,” imbuhnya.
Dikatakannya, secara potensi, sesungguhnya banyak sumberdaya luar biasa untuk menghasilkan program berkualitas. Baru-baru ini, dalam acara general conference aibd di Myanmar, program feature yang diproduksi RRI Denpasar berhasil meraih juara pertama, menyisihkan 9 pesaingnya. Ini adalah prestasi 2 tahun berturut-turut yang diraih RRI, dimana tahun sebelumnya diraih oleh siaran luar negeri atau Voice of Indonesia.
Lebih lanjut dikatakan Dirut RRI, sebagai upaya pencapaian visi sebagai radio berjaringan terluas, jumlah stasiun penyiaran dan produksi RRI terus bertambah. Bila tahun 2012 baru 77 stasiun, maka pada tahun  2013 ini sudah 81 stasiun, dengan peresmian RRI Mamuju ibukota Sulawesi Barat dan RRI Talaud, SP Bengkalis  berbatasan dengan  Malaysia, SP bagian timur yang berbatasan dengan wilayah perairan General Santos, Filipina.
Tuturnya, RRI telah memberi ruang bagi publik untuk berdiskusi, berkreasi dan mengekplorasi pemikirannya dalam berbagai program siaran yang ada, termasuk program radio Pemilu. Hal itu baik,akan tetapi penting juga diperhatikan pemikiran narasumber dan pendengar yang terlibat dalam acara tersebut agar tidak menyimpang dari prinsip-prinsip RRI dan merugikan banyak pihak.
Lanjutnya, dalam upaya meningkatkan citra di tengah masyarakat, RRI terus melakukan berbagai kegiatan berskala nasional.Secara rutin setiap dua tahun sekali, RRI  menyelenggarakan Jambore Siaran Nasional (Jamsinas).
Katanya, peran Puslitbangdiklat, dalam konteks ini menjadi lebih penting lagi agar mampu menyiapkan sumberdaya manusia RRI bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Penguatan kemampuan skill, pengetahuan dan wawasan, adalah tugas Puslitbangdiklat.
Dikemukakan, salah satu capaian penting dalam bidang pengelolaan anggaran adalah predikat opini wajar dengan pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk hasil audit tahun 2012.
“Belum sempurna memang, namun itu adalah capaian penting, karena RRI baru pertama kali diaudit oleh BPK sejak memperolah bagian anggaran sendiri. Kedepan, prestasi ini harus meningkat menjadi wajar tanpa pengecualian,” ujarnya.
Untuk itu, ungkapnya, penting peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) mendukung pengawasan terhadap pengelolaan anggaran keuangan seluruh Satker di RRI. Anggaran RRI harus dikelola secara profesional dan menganut prinsip prudent atau kehati-hatian. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2