Bupati Isaias Buka Festival Budaya Pertama Nabire

NABIRE – Bupati Isaias Douw, S.Sos dengan resmi membuka festival dan pesta budaya daerah pertama Kabupaten Nabire yang direncanakan akan berlangsung selama 5 hari. Acara pembukaan festival budaya yang diikuti sejumlah distrik dan beberapa sanggar seni yang ada di Nabire, Selasa (17/9) sore kemarin di Taman Gizi Oyehe itu diharapkan menjadi motivasi untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan budaya daerah sebagai perwujudan jati diri dan manusia yang bermartabat.


Dikatakan Bupati Isaias sebelum membuka secara resmi festival budaya yang ditandai dengan pemukulan tifa tersebut, saya ucapkan selamat datang delegasi festival budaya dari masing-masing distrik semoga dengan kehadirannya dapat menjadi motivasi untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan rasa cinta budaya daerah sebagai perwujudan dari jati diri dan manusai bermartabat.
Lanjutnya, Nabire dengan kondisi geografis yang lengkap mulai dari pengunungan, dataran rendah, pesisir dan kepulauan mempunyai ragam budaya yang khas, dari tarian tradisional, lagu daerah, cerita rakyat, pakaian tradisional, makanan dan berbagai kerajinan tangan yang semuanya merupakan warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan.
“Dalam rangka melestarikan nilai-nilai adat istiadat, seni, budaya suku bangsa dan bahasa sebagai bagian dari warisan budaya nasional dan daerah, festival dan pesta budaya Nabire yang baru pertama kali digelar ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan seni budaya tradisiona yang telah ada di setiap kampung,” terangnya.
Diluar itu, tambah bupati, kegiatan semacam ini sebagai wadah untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan melalui ungkapan seni dan budaya daerah dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun kita tetap satu.
Kita semua menyadari bahwa ditengah derasnya arus globalisasi dan informasi, budaya asli berbagai suku bangsa yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten Nabire yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal mulai terkikis oleh perkembangan jaman.
Untuk itu, sesuai dengan tema festival ini, kata bupati, yakni ‘Senin Budaya Tradisional Merupakan Warisan Leluhur yang Harus Dijaga dan Dilindungi,’ dan sub thema Melalui Pesta Budaya pertama Nabire tahun 2013, kita menggali, membina, mengembangkan serta melindungi nilai-nilai tradisi sebagai jati diri orang asli Papua.
Dengan adanya festival dan pesta budaya ini, saya mengharapkan kiranya dapat dan sebagai momentum untuk membangkitkan kembali budaya daerah sebagai asset bangsa, agar tetap eksis menjadi dasar filosofis dan norma sosial yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.
Diakhir sambutannya bupati kembali menerangkan, festival budaya yang diselenggarakan ini sangat sejalan dengan motto ‘Membara Kasih Kediri Masyarakat,” Membangun Keanekaragaman Demi Kasih Guna Mewujudkan Kemandirian Masyarakat.
Keanekaragaman budaya yang ada di kabupaten ini merupakan asset yang harus dilestarikan dan dikembangkan menjadi potensi daerah. Potensi budaya yang ada di Nabire harus dikemas dengan baik, sehingga merupakan ciri khas daerah, yang membedakan Kabupaten Nabire dengan kabupaten lainnya.
“Potensi budaya ini merupakan objek pariwisata yang harus dipromosikan kepada masyarakat luas agar mereka tertarik untuk mengunjungi dan datang ke Kabupaten Nabire yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah,” tandas bupati.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2