Kebutuhan Transportasi Hak Dasar Warga

NABIRE - Kebutuhan pelayanan transportasi merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah.  Karena kebutuhan pelayanan transportasi dari waktu ke waktu selalu mengalami peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas.


Demikian sambutan Menteri Perhubungan RI yang dibacakan Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, Selasa (17/9) saat upacara perayaan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2013. Peringatan Harhubnas dipusatkan di halaman Kantor Perhubungan Udara Nabire. Bupati Isaias Douw bertindak selaku inspektur upacara (irup) pada puncak peringatan. Tahun ini Harhubnas dengan sorotan tema, melalui peringatan Harhubnas tahun 2013 kita tingkatkan pembangunan sektor trsnsportasi untuk memajukan kesejahteraan rakyat.
Dikatakannya, seiring peningkatan kebutuhan pelayanan transportasi ini maka tidak sedikit timbul persoalan di dalam penyelenggaraannya.  Untuk itu Kementerian Perhubungan tidak dapat memenuhi kebutuhan transportasi kepada seluruh lapisan masyarakat.  Dan tidak dapat menyelesaikan persoalan dalam penyelenggaraannya.
Untuk itu diperlukan kebersamaan antara operator dan pemangku kepentingan (stakeholder).  Melalui kebersamaan diharapkan akan melahirkan semangat dan disiplin serta mampu bersifat lebih peka dan tanggap terhadap fenomena persoalan yang berkembang. Dengan tetap mengedepankan pada keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi setiap pengguna jasa.
Dikatakan, kebijakan pembangunan sistim transportasi yang sedang dilaksanakan hendaknya dipadukan dalam sebuah bingkai sistim transportasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu pembangunan transportasi harus diamati dengan kacamata yang berbeda. Atau dengan kata lain, tidak hanya memperhatikan biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat dalam melakukan perjalanan. Melainkan juga harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan.
Lebih jauh dikatakan, pembangunan transportasi yang berkelanjutan adalah suatu sistim yang memungkinkan kebutuhan akses yang mendasar dari masyarakat dapat terpenuhi dengan selamat, terjangkau, efisien, memberi pilihan modal transportasi dan mendukung pembangunan ekonomi.
Tantangan yang belum terselesaikan dalam pembangunan trasnportasi adalah peningkatan akses dan keterjangkauan. Selain itu, perlu diperhatikan tantangan baru dalam penyediaan transportasi adalah peningkatan pendapatan masyarakat. Dan perubahan karakteristik pasar dan membangkitkan tuntutan yang lebih bervariasi terhadap kualitas pelayanan transportasi yang lebih baik.
Tantangan yang kedua, adalah pembangunan transportasi harus menyesuaikan pola perdagangan global. Dimana liberalisasi perdagangan membawa kecenderungan volume barang dan jarak pengiriman yang lebih tinggi.  Sedangkan di sisi lain Indonesia sangat mengandalkan pertumbuhan ekonomi melalui export barang-barang manufaktur.
Sedangkan tantangan terakhir adalah pembangunan transportasi harus mengatasi perkembangan kota sebagai motor pengembangan ekonomi yang sangat cepat. Sehingga mengakibatkan kebutuhan transportasi bagi kaum urban dengan sangat cepat pula.
Upaya dalam mewujudkan kepastian, jaminan dan kelancaraan penyelenggaraan transportasi adalah adanya kepastian peraturan perundang–undangan bidang transportasi.  Karena tidak dipungkiri lagi bahwa beberapa peraturan transportasi belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, peraturan itu peraturan aspek hukum maupun aspek teknis.
Untuk itu diharapkan peraturan transportasi hendaknya berorientasi pada terciptanya transportasi yang handal dan memiliki nilai tambah dalam melakukan keselamatan, keimanan dan berdaya saing tinggi.  Sebab ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah mampu menciptakan kondisi yang kondusif bagi dunia usaha transportasi. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2