Ojek Helm Putih Diminta Sementara Tak Beroperasi

NABIRE – Ojek helm putih yang baru-baru ini beroperasi dan ojek dari koperasi lain di luar Peraturan Daerah untuk sementara waktu diminta untuk tidak beroperasi di Kabupaten Nabire. Hal ini seperti ditegaskan Waki Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si kepada media ini Rabu kemarin usai rapat koordinasi bersama menyangkut operasional kendaraan umum roda dua di ruang rapat kantor bupati.


Dijelaskan Wabup Mesak, hari ini kita baru rapat menyangkut ketertiban ojek dan sesuai Perda Kabupaten Nabire Nomor 06 Tahun 2007 disebutkan bahwa yang boleh beroperasi khususnya kendaraan umum roda dua (ojek) hanya dari 2 koperasi atau jasa omprengan.
Dan, lanjut Mesak, dari hasil rapat yang dipimpin bersama Plt Sekda yang dihadiri pihak dan instansi terkait seperti dari kepolisian yang diwakili Kasat Lantas, perwakilan dari Kodim 1705/Paniai dan dinas perhubungan serta Orgada Nabire telah diputuskan bahwa sementara ojek helm putih yang beroperasi dihentikan.
Kemudian, tambahnya, hal ini mengacuh dan sesuai dengan Perda 06/2007 tersebut dimana hanya diperbolehkan beroperasi sekitar 2.000 anggota koperasi ojek, yakni 1.000 helm kuning dan 1.000 ojek helm biru.
“Ini langkah pertama yang diambil dan langkah selanjutnya kami akan memanggil pimpinan 2 koperasi tersebut secara teknis untuk pengaturan soal pangkalan ojek dan ruas jalan mana yang dapat atau diperbolehkan beroperasinya ojek dimaksud,” jelas Wabup Mesak.
Ini kata Mesak, agar ojek tidak memonopoli ruas jalan utama untuk kendaraan lain. Kita nantinya arahkan ojek hanya bisa beroperasi di gang-gang atau jalan poros bukan ruas jalan utama yang ada di Kabupaten Nabire ini.
“Kita juga nanti batasi anggota ojek pada satu koperasi 1.000 anggota ojek saja. Terkait helm putih dan lainnya bisa bergabung kedua koperasi ojek ini,” tandas Mesak seraya menambahkan dalam waktu dekat Pemerintah Daerah juga akan menyurati ke pihak koperasi helm putih untuk hentikan kegiatan operasional ojeknya karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007.
Pertemuan dan rapat yang digelar kemarin terkait, akhir Wabup Mesak Magai, didasari surat dari Kementerian atau Depertemen Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan Darat RI tentang pembatasan angkutan umum roda dua di seluruh wilayah NKRI.(wan)   

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2