Rakerda WBI III Teluk Cenderawasih Dibuka

NABIRE - Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos yang diwakili oleh Asisten I Setda Nabire, DR. Christian Ayamiseba, M.Si secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Wanita Bethel Indonesia (WBI) Teluk Cenderawasih Provinsi Papua Ke III, yang ditandai dengan pemukulan Tifa dan Penyamatan Tanda Peserta, oleh Asisten I Setda Kabupaten Nabire, DR. Christian Ayamiseba, M.Si. Rakerda WBI Teluk Cenderawasih Provinsi Papua Ke – III di selenggarakan di aula Kasih Gereja GKI  Tabernakel, Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (24/9) pukul 17.30 Wit.


Dalam sambutan tertulis Bupati Kabupaten Nabire, yang dibacakan oleh Asisten I Setda Kabupaten Nabire, DR. Christian Ayamiseba, M.Si, sebelum membuka Rakerda Ke- III Wanita Bethel Indonesia Se-Teluk Cenderawasih, dirinya mengatakan, Rapat Kerja Daerah WBI Ke –III Teluk Cenderawasih memiliki arti yang sangat penting dan sangat strategis, sebab akan membicarakan berbagai agenda penting, terkait dengan Program Kerja atau kegiatan Wanita Bethel Indonesia (WBI) Teluk Cenderawasih kedepan, serta mengidentifikasi persoalan yang dihadapi oleh Gereja dan jemaat selama ini dan merumuskan, serta menetapkan berbagai kebijakan dalam upaya meningkatkan pelayanan.
Kata Bupati, sesuai dengan Thema yang ditetapkan, yakni, “Ikatlah Pinggangmu Dan Layanilah Aku Sampai Selesai” yang tertera dalam Alkitab, Lukas 17:8, dimana dirinya selaku Pimpinan daerah berharap, khususnya kepada Wanita Bethel Indonesia Teluk Cenderawasih, agar lebih memaknai pelayanannya, serta senantiasa meningkatkan semangat dan motivasi, agar tetap kuat bertumbuh dalam iman.     
Menurutnya, peran dan fungsi gereja dalam pembangunan di daerah kabupaten Nabire, sangat besar. Sebab sebagai mitra pemerintah, dirinya mengharapkan agar dalam pelaksanaan Rakerda tersebut, dapat dihasilkan program aksi yang menjadikan gereja sebagai pilar terdepan dalam pembangunan iman para jemaat sebagai motor penggerak pembangunan. Selain itu, keberadaan gereja melalui fungsi sosialnya terus berupaya mengentaskan masyarakat Papua dari berbagai keterbelakangan dan kemiskinan.
Dirinya berharap, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya, dengan mendahulukan kepentingan jemaat dari kepentingan sendiri atau kelompok, karena dirinya yakin dengan tuntutan roh kudus semua akan menuai hasil yang bermanfaat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
“dengan dilandasi ajaran kasih kristus marilah kita wujudkan tujuan pembangunan daerah yang kita dambakan, yaitu terwujudnya tatanan masyarakat di Kabupaten Nabire yang lebih berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri,”pungkasnya. (cad)
 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2