Usulan Pemekaran 14 Kampung Sejak Tahun 2010, Hingga Kini Belum Rampung

NABIRE - Sejak tahun 2010 pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) merencanakan untuk memekarkan 14 kampung baru di 5 distrik dari 15 distrik yang ada di Kabupaten Nabire. Namun upaya tersebut hingga saat ini belum juga terealisasi.


Penyebabnya, ada moratorium (pemberhentian sementara) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) Republik Indonesia (RI) soal pemberhentian sementara rencana pemekaran kampung baru di wilayah Negara Republik Indonesia hingga selesai Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Calon Anggota Lesgislati (Caleg) tahun 2014 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Nabire melalui kantor BPMK yang telah melakukan survey kelayakan 14 kampung baru di 5 distrik, kini dihentikan sementara. Hingga usai Pilres dan Pileg tanggal 9 April 2014 nanti.
“Dari hasil survey kelayakan yang dilakukan kantor BPMK, maka 14 kampung di 5 distrik ini telah layak untuk dimekarkan lagi menjadi kampung baru,” kata Kepala BPMK Nabire, Menase Yoteni, SH kepada Papuapos Nabire, Kamis (26/9) di ruangan kerjanya.
Namun, dengan adanya surat Kemendagri RI tentang pemberhentian sementara pemekaran kampung, diharapkan setelah Pilres dan Pileg tahun 2014, ke-14 kampung ini segera diusulkan pemerintah kepada DPRD. Untuk selanjutnya ditetapkan menjadi kampung resmi bersama 75 kampung yang telah ada saat ini.
Kelima distrik yang akan dimekarkan 14 kampung baru, masing-masing Distrik Dipa sebanyak 6 kampung, Distrik Menou sebanyak 5 kampung, Distrik Napan sebanyak 1 kampung, Distrik Nabire sebanyak 1 kampung, dan Distrik Uwapa sebanyak 1 kampung.
Perlu dipahami kita semua, lanjut Yoteni, konsekuensi dari pemekaran adalah penambahan aparatur negara di tingkat kampung mulai dari kepala kampung, sekertaris kampung dan 4 orang aparat kampong.  Dengan demikian ada kewajiban negara untuk menyediakan dana tambahan untuk memberikan gaji atau honor bagi aparat negara di tingkat bawah ini yang semuanya menjadi tanggung jawab dan kewajiban negara.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2