Keributan Warnai Tuntutan Tambahan Penerbangan ke Puncak

NABIRE – Keributan sempat mewarnai saat sekelompok warga masyarakat menuntut adanya penambahan penerbangan Susi Air tujuan Kabupaten Puncak. Keributan terjadi Rabu (2/10) sekitar pukul 13.00 WIT di depan Kantor Bandara Nabire.


Data yang dihimpun media ini, sekitar pukul 12.00 WIT, sekelompok masyarakat sekitar kurang lebih 20 orang mendatangi Kantor Susi Air. Sekelompok masyarakat ini meminta agar ada penambahan flight penerbangan ke Kabupaten Puncak. Permintaan tambahan penerbangan ini terkait masyarakat yang hendak mengikuti tes penerimaan CPNS di Kabupaten Puncak.
Atas permintaan itu, dari pihak Susi Air menyarankan agar masyarakat menyampaikan permintaan tersebut kepada pihak Bandara Nabire. Karena pihak Susi Air akan menyesuaikan saja.
Sekitar pukul 13.00 WIT, sekelompok masyarakat ini mendatangi Kantor Bandara Nabire dengan maksud bisa bertemu dengan pihak yang menangani soal penambahan penerbangan tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIT, Kepala Bandara Nabire, Paulus Kareni sempat menemui massa. Kabandara Nabire akan mengundang pihak Susi Air untuk menyampaikan tuntutan mereka. (ros/ist)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2