Bupati Kukuhkan Anggota FPK Kabupaten Nabire 2013

NABIRE – Bupati Isaias Douw, S.Sos atas nama pemerintah Kabupaten Nabire mengukuhkan para kepala suku sebagai anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Nabire periode 2013-2017. Acara pengukuhan, Jumat (4/10) di Aula Sapta Marga Dinas Pekerjaan Umum Nabire ini didasari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.


Dikatakan Bupati Isaias dan disampaikan pula Plt. Kesbangpol Linmas Nabire, Matius Sabar Timang, S.Sos, M.Si dalam laporannya kegiatan pengukuhan ini juga didasari Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2009 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlingdungan Masyarakat Kabupaten Nabire dan dalam pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan kemerdekaan tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
Lanjut bupati, Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia serta posisi dan lingkungan yang strategis membuat kondisi keamanan, ketertiban dan stabilitas nasional menjadi sangat dinamis.
“Secara umum masih menghadapi berbagai konflik, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal yang dilatar belakangi oleh berbagai permasalahan, seperti perbedaan ras, suku, budaya dan agama, yang kesemuanya dapat berpotensi mengancam integritas nasional,” terangnya.
Tambahnya, berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya pembentukan FPK Nabire yang merupakan wadah  informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan dan mengembangkan pembauran kebangsaan yang harmonis.
“Lanjut menjaga dan memelihara keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan komitmen seluruh bangsa dan upaya guna meningkatkan persatuan dan kesatuan kita,” tekan bupati.
Mewujudkan stabilitas negara dan daerah yang  kondusif, imbuhnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja akan tetapi menjadi tanggungjawab seluruh komponen  bangsa dan masyarakat perlu meningkatkan  rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang majemuk.  Situasi dan kondisi sebagaimana kita ketahui ini   membutuhkan perhatian  dan keseriusan seluruh anak bangsa dalam meningkatkan komunikasi, konsultasi dan informasi kepada pihak yang terkait dengan  hal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan pengukuhan sebanyak 64 anggota FPK turut dihadiri  oleh Dandim 1705/Paniai, Kapolres Nabire, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri, Ibu Bupati Douw, para asisten dan pejabat dilingkungan Setda Nabire, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda,tokoh agama dan tokoh perempuan Kabupaten Nabire. (wan/modes humas)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2