Kakansilog Kunjungi Penggilingan Padi KUD Tunggal Jaya Bumi Raya

NABIRE - Kepala Kantor Seksi Logistik (Kakansilog) Nabire, Dedi Aprilyadi, Jumat (4/10), mengunjungi penggilingan padi milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tunggal Jaya Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat. Dirinya selaku Kakansilog yang baru ingin melihat dari dekat penggilingan tersebut.


Kehadiran orang nomor satu di jajaran Perum Bulog Nabire ini disambut Ketua KUD Tunggal Jaya, Sri Hidayati, Bendahara Santoso dan sejumlah tenaga kerja penggilingan beras yang sedang melakukan aktifitas penggilingan.
Setelah melihat kondisi mesin dan beras yang telah digiling dan sejumlah gabah kering yang siap digiling, Kakansilog meminta ketua KUD Tunggal Jaya untuk menandatangi kontrak pembelian beras petani lokal yang siap diambil pada awal bulan Oktober sebanyak 52.500 kilogram. Sementara pada bulan September lalu juga Bulog telah mengambil beras petani lokal sebanyak 52.500 Kg.
Kakansilog Dedi Aprilyadi mengatakan, berapa pun beras yang ada di para petani lokal di Kabupaten Nabire, Bulog telah siap untuk membelinya. Dengan demikian sekarang tergantung para petani kita yang menanam padi, sehingga kedepan kita tidak lagi mendatangkan beras dari luar.
Saat ini beras yang sudah jadi alias dalam karung kemasan berlogo Bulog Nabire telah siap 18 ton. Sementara gabah kering yang siap giling ada 800 ton. Rata-rata hasil gilingan di mesin yang ada ini bisa didapat hasil satu hari bisa menghasilkan 3 ton beras jadi yang dihasilkan dari mesin yang satu ini.
Selain melihat mesin penggilingan padi milik KUD Tunggal Jaya, Kakansilog juga melihat mesin penggilingan padi milik Pak Toni. Mesin tersebut siap melakukan kerja sama langsung dengan KUD Tunggal Jaya. Karena pada awal bulan Oktober ini akan dilakukan kegiatan panen padi oleh para petani. Dan diperkirakan kegiatan panen padi ini akan berakhir Nopember mendatang.
Dengan demikian dikuatirkan akan ada lonjakan gabah kering, sehingga mesin penggilingan padi milik Pak Toni ini akan membantu penggilingan padi menjadi beras. Karena permintaan pasar terus bertambah, apalagi kini Bulog sudah siap menampung beras lokal dari para petani. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2