Upacara HUT Ke-68 TNI Dipusatkan di Sapta Marga

NABIRE - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indoenesia (TNI) ke-68 yang jatuh pada hari Sabtu (5/10), dipusatkan di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai.  Bertindak sebagai inspektur upacara pada puncak peringatan HUT TNI ke–68 Wilayah Kodim 1705/Paniai, Komandam Kodim 1705/Paniai, Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene, yang diikuti 800 personil dari TNI-AD, serta 1 peleton personil Polres Nabire, dari Satuan Dalmas.

Serta Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dari TNI–AD Wilayah Kodium 1705/Paniai. Dalam puncak peringatan HUT TNI Ke-68 di wilayah Nabire, turut dihadiri Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, T. Banjar Nahor, SH., Danyon 753/AVT, Letkol. Inf. Agung Udayana, Komandan Den Zipur 12/OHH Nabire, Mayor Czi. Z. Arifin, para veteran, kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan sejumlah perwira, bintara dan tamtama TNI–AD, serta perwira dari jajaran Kepolisian Resor Nabire.    
Dalam amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko pada upacara peringatan HUT ke-68 Tentara Nasional Indonesia yang dibacakan Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene mengatakan, peringatan Hari TNI ke-68 sudah sepatutnya momentum ini kita jadikan wahana untuk merefleksikan diri dan merevitalisasi pengabdian TNI ke depan secara kontekstual bagi kepentingan nasional. Terutama yang menyangkut empat hal penting. Yaitu, pembangunan ekonomi nasional, memelihara kerukunan dan kesatuan bangsa, menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum dan suksesi kepemimpinan nasional tahun 2014, serta mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Kata dirinya, empat hal penting tersebut perlu disadari oleh segenap komponen bangsa dan segenap prajurit, serta Pegawai Negeri Sipil TNI. Karena di era globalisasi ini faktor stabilitas politik dan keamanan sangat memainkan peran penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia.  Dan membawa pengaruh yang begitu besar terhadap segala aspek kehidupan masyarakat.
Lanjutnya, dalam konteks tugas-tugas TNI dalam mendukung pelaksanaan keempat hal penting tersebut, tersimpul pada implementasi motto Tentara Nasional Indonesia Bersama Rakyat, TNI Kuat. Bersama dan dengan dukungan rakyat, TNI akan semakin siap dan mantap melaksanakan tugas dengan langkah antisipatif serta responsif termasuk menjaga dan mengamankan aset-aset sumber daya ekonomi nasional secara tegas, yang menjadi modal pembangunan nasional.
”Bersama rakyat, kita cegah terjadinya benturan dan kekerasan komunal yang akan menganggu ketentraman hidup masyarakat dan kesatuan bangsa. Bersama rakyat kita jamin Pemilu 2014 dapat berlangsung secara lancar, tertib, bebas adil dan damai. Karena Pemilu adalah masa depan keberlanjutan pembangunan nasional. Bersama rakyat, kita pertahankan kedaulatan dan keutuhan setiap jengkal wilayah, yang secara sah merupakan bagian integral dari NKRI pendirian TNI jelas, tegas dan tidak mengenal kompromi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ungkapnya.
Melalui kebersamaan ini, dirinya berharap segenap komponen bangsa dapat berjalan seiring, selaras, serasi dan seimbang. Dengan dasar pandangan yang sama di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Guna membangun masa depan bersama, untuk menjadi bangsa yang besar, kuat dan bermartabat.
Selaku Panglima TNI, melalui HUT TNI Ke-68, dirinya menekankan beberapa hal sebagai pedoman bagi seluruh jajaran satuan TNI. Pertama, tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral dan etika bagi prajurit dan PNS TNI dalam melaksanakan tugas. Kedua, tingkatkan profesionalitas keprajuritan dengan terus belajar dan berlatih, dihadapkan kepada realisasi pemenuhan kebutuhan alutsista tahun 2014, serta tingkatkan ketrampilan lainnya terkait tugas perbantuan TNI.
Ketiga, tingkatkan soliditas dan solidaritas antar prajurit dan satuan. Serta dengan masyarakat sebagai modal dalam membina kebersamaan TNI Rakyat.  Sehingga tercipta kesatuan usaha dalam mengatasi kesulitan rakyat, yang akan semakin memperkuat kecintaan rakyat kepada TNI. Keempat, tingkatkan militansi keprajuritan melalui penguatan dan pengamalan nilai-nilai sapta marga sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. Baik dalam konteks tugas Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang mampu menginspirasi sikap bela negara dari segenap komponen masyarakat disekelilingnya.
Kelima, tegakkan kesatuan komando dan kembangkan kepemimpinan lapangan yang diarahkan bagi tumbuh kembangnya sikap partisipatif. Sehingga kreatifitas yang berkembang dan upaya membangun komunikasi dua arah dengan seluruh lapisan masyarakat tetap berada dalam koridor kebijakan dan berada dalam konteks pelaksanaan tugas yang diembankan oleh negara. Keenam, pegang teguh komitmen netralitas TNI dalam setiap aktivitas politik di pusat dan di daerah. Karena komitmen netralitas tersebut adalah jaminan bagi terselenggaranya Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan nasional secara lancar, tertib, bebas adil dan damai. Ketujuh, jadikan moto ”Bersama Rakyat, TNI Kuat” sebagai acuan dalam kreatifitas membangun dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
Setelah upacara peringatan HUT TNI ke-68 dsi Wilayah Kodim 1705/Paniai, diakhir acara diisi dengan berbagai atraksi dan pameran Alutsista milik TNI-AD di Wilayah Nabire. diantaranya, Display Drumband dari TK. Kartika Yonif 753/AVT, Display Drumband Kolaborasi Denzipur 12/OHH Nabire dan SMA Negeri 1 Nabire, serta demonstrasi Beladiri “Yong Moodo” dari Prajurit TNI –AD Yonif 753/AVT. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2