Bangunan Pengrajin Tradisional Diresmikan Bupati

NABIRE - Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos yang diwakili staf ahli bidang hukum dan politik, P. S. Waromi, Jumat (11/10) meresmikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan bantuan PT. PLN kepada para pengrajin trasional yang berada di Kabupaten Nabire.


Dalam sambutan Manager PT. PLN Rayon Nabire, Manihar Hutajulu mengatakan, PT. PLN ingin bangun dan kembangkan apa yang menjadi ciri khas masyarakat Papua yang ada di Kabupaten Nabire. Karena selama ini ada kegiatan anyaman maupun ukiran lainnya namun tidak ada tempat agar dapat memudahkan orang untuk membelinya.
Karena sebagai bangsa Indonesia yang besar kita harus ingat pesan-pesan para pejuang. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat mencintai karya bangsa. Dan apa yang diberikan oleh PT. PLN merupakan bantuan bangunan dan dana yang sangat sedikit. Namun diharapkan ini menjadi motivasi bagi para pengrajin dan diharapkan kedepan lebih berkembang lagi dan menjadi modal kekuatan ekonomi keluarga.
Dan ini merupakan bantuan PT. PLN yang bersumber dari dana 2 persen dari laba perusahaan setelah pajak dan dari anggaran operasional PLN. Pengaturan dana ini langsung dari PT. PLN Pusat yang dibagikan kepada semua unit PLN sesuai kebutuhan dan permintaan dari tiap unit PLN.
Sementara itu ketua Kelompok Pengrajin Tradisional Nabire Art Shop, Yusup Sayori dalam sambutan singkatnya mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa tetapi pada saat ini impian sudah menjadi kenyataan.
“Ibarat daging yang selama ini tidak punya tulang, namun sekarang sudah ada tulang, maka dagingnya sudah timbul dan kelihatan untuk dilihat orang banyak,” tuturnya.
Selaku ketua kelompok Pengrajin Tradisional Nabire Art Shop hanya bisa menyampaikan terima kasih kepada Bapak di Surga karena impian kini menjadi nyata lewat PT. PLN dan pemerintah Kabupaten Nabire yang telah bekerja sama untuk membangun gedung ini.
Dan selanjutnya dilakukan penadatangan penyerahan aset bangunan yang langsung ditandatangani ketua Kelompok Pengrajin Tradisional Nabire Art Shop, Yusup Sayori, Manager PT. PLN Nabire, Manihar Hutajulu dan pemerintah Kabupaten Nabire yang diwakili staf ahli bupati bidang hukum dan politik, P. S. Waromi.(des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2