Nus Onesimus Jingga, S.Sos : Saatnya Masyarakat Gunung Jalin Kebersamaan Menuju Perubahan

NABIRE – Demi kemajuan dan adanya perubahan di masa yang akan datang serta dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dari pegunungan Papua bagian tengah, khususnya dari Suku Dani, Lani dan lainnya, perlu adanya pemahaman dan persatuan presepsi dalam menjalin kebersamaan menuju perubahan yang lebih baik.


Demikian pendapat dan ide salah satu Tokoh Intelektual Masyarakat Dani, Nus Onesimus Jingga, S.Sos belum lama ini disela-sela acara pengucapan syukur dan makan bersama dalam bentuk acara bakar batu, di depan halaman Gereja GIDI Jemaat Patmos Zipur Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire.
Dikatakan Nus Onesimus Jingga, S.Sos, acara pengucapan syukur dan bakar batu tersebut, tidak ada tujuan lain selain untuk menjalin silaturahmi dan hubungan kekerabatan masyarakat gunung, yang pada intinya pula untuk menjalin kebersamaan menuju perubahan yang lebih baik.
Lanjut pengusaha muda asli Papua yang bergerak di bidang pertambangan ini, masyarakat Dani yang hidupnya terpencar dan nampak tidak menjalin kebersamaan ini sangat perlu untuk disatukan, dengan harapan kedepan masyarakat gunung dapat hidup yang layak dan menikmati hasil pembangunan itu sendiri.
“Sudah sangat lama, khususnya masyarakat Dani yang ada di Nabire ini tidak bersatu dan sejak tahun 1970 an itu pula, masyarakat gunung hanya sebagai objek pembangunan dan kemajuan jaman. Dana Otsus sangat besar untuk masyarakat Papua, namun kami masih banyak tertinggal,” tandasnya.
Untuk itu, dalam bentuk dan langkah-langkah inisiatif kegiatan pengucapan syukur dan bakar batu kemarin itu dilaksanakan kiranya dapat mempersatukan barisan demi kebersamaan menuju perubahan masyarakat gunung di masa-masa yang akan datang.
Dan perlu kita ketahui bersama, orang gunung ibarat batu yang turun dari gunung, yang jelas tidak akan kembali naik atau didorong ke gunung. “Masyarakat Dani, Lani dan orang gunung lain ini kalau sudah turun ke suatu daerah, mereka tidak naik ke daerah asal, kecuali untuk kepentingan menegok keluarga ataupun kampung halaman, tapi selama mereka ada di daerah tersebut pasti akan ikut membangun daerah itu,” terangnya Direktur CV. Ulopa Jaya ini. 
Terkait dengan pesta demokrasi di tahun mendatang, tambahnya, masyarakat khususnya dari Suku Dani, Lani dan masyarakat gunung lainnya harus benar-benar memahami pilihannya. Kita jangan sampai tertipu dengan janji dan visi maupun misi calon pemimpin mendatang. “Sudah banyak janji dan selogan yang dikeluarkan, namun sampai sekarang ini juga, masyarakat Papua khususnya tidak ada perubahan yang berarti,” terang pengusaha yang rendah hati ini.
Sementara itu, Less Jingga kakak dari Nus Onesimus Jingga di kesempatan yang sama mengatakan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua sangat besar, namun itu kemana dan dimanakan semua. Masyarakat masih seperti ini tanpa adanya perubahan. Saya tidak menuntut ataupun meminta, tapi bagaimana kita harus dapat berpikir bersama untuk kemajuan saudara, kita dan daerah yang kita cintai bersama.
“Kita harapkan kedepan, seperti pada ajang Pemilu Legislatif 2014 khususnya di Kabupaten Nabire, Pemilihan Presiden dan Pilkada nantinya, masyarakat yang ada ini untuk bersatu dan memberikan suara demi kemajuan daerah. Dengan persatuan ini kiranya dapat merubah kehidupan masyarakat yang lebih baik nantinya,” terang pengusaha tambang ini.
Harapan kami, imbuh dan akhir Nus Onestimus Jingga, masyarakat dari suku-suku yang ada ini khususnya dapat juga merasakan dan menikmati pembangunan. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton, kami juga ingin membangun dan memajukan daerah yang kita tinggali dan tempati bersama saudara-saudara kita yang lain.(wan)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2