SD YPK Syaloom Makimi Sepi Aktifitas KBM

NABIRE - Sejak awal tahun pelajaran 2013/2014 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD YPK Syaloom Makimi terlihat sepi dari kunjungan anak-anak sekolah maupun para guru. SD YPK Syaloom Makimi juga terlihat gedungnya tak terurus dengan baik. Halaman sekolah ditumbuhi rumput dan juga pintu dan jendela, rusak.
Menurut para orang tua murid yang juga masyarakat Kampung Makimi, kegiatan KBM di SD YPK Syaloom Makimi bukan saja baru di awal tahun pelajaran 2013/2014 sepi.  Tetapi kondisi KBM yang tidak berjalan ini sudah berlangsung pada beberapa tahun silam.


Ada beberapa orang tua murid yang ditunjangi kendaraan motor terpaksa harus memindahkan anak-anak mereka untuk menimba ilmu di SD-SD yang ada di seputar Kampung Lagari Jaya SP2 dan SD Inpres Biha SP1. Tetapi anak-anak yang orang tuanya tidak memiliki kendaraan motor, terpaksa anak-anak mereka hanya bisa menerima kenyataan.  Pagi-pagi berseragam ke sekolah hanya bermain–main dan tidak ada guru langsung mereka pulang ke rumah untuk bermain atau membantu orang tua ke laut dan hutan untuk mencari.
“Mau bilang SD YPK Syaloom Makimi tak ada pendidikan salah, karena ada gedung sekolah dan anak-anak didik.  Namun kenyataan tidak ada guru yang bisa tinggal di Makimi untuk melaksanakan tugas,” kata Daud Wopairi dan Kostan Rumbobiar, dua orang tua ini kepada Papuapos Nabire, Kamis (17/10) di Kampung Makimi.
Untuk itu sebagai orang tua murid dan juga masyarakat Kampung Makimi mengharapkan agar ada perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Bidang SD serta pengawas sekolah tingkat TK/SD.  Sebab rata-rata kegiatan KBM berjalan di Makimi apabila mendekati akhir tahun pelajaran atau persiapan Ujian Nasional.
Dan selaku orang tua murid dan juga masyarakat Kampung Makikmi sangat kuatir dengan kemajuan pendidikan yang ada.  Mungkin saja tidak ada harapan lagi bagi anak-anak mereka untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.  Karena pengetahuan dasar yang semestinya diketahui anak kini tidak berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Briyur Wenda, S.Pd yang dihubungi papuapos Nabire via telepon genggamnya tadi malam mengatakan, dirinya saat ini sedang berada di luar Nabire yakni di Jayapura.  Setelah kembali akan dijadwalkan untuk dirinya selaku kepala dinas turun melihat kondisi riil SD YPK Syaloom Makimi yang dikatakan sepi dari aktifitas KBM. (des)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2