Dinas Kesehatan Berikan Kelambu

NABIRE - Kabupaten Nabire termasuk sebagai wilayah endemik malaria. Bahkan endemik malaria ini mengakibatkan angka kematian yang cukup tinggi. Kondisi ini menjadi catatan penting Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, terutama dalam penetapan program pencegahan penularan malaria, yang tujuannya untuk meminimalisasi angka kematian akibat malaria.


Dikatakan Yenice Derek, salah satu tenaga pengelola program pencegahaan malaria Dinas Kesehatan Nabire saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire, Kamis (17/10), ada 4 macam plasmodium penyebab penyakit malaria pada manusia. Yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Gejala klinis malaria adalah panas, menggigil, kadang-kadang sakit kepala, pucat, mual, muntah, nafsu makan berkurang, dan lemah. Pada keadaan menahun (kronis) gejala disertai pembesaran limpa. Pada malaria berat dapat disertai gejala kejang-kejang dan penurunan kesadaran sampai koma yang sering berakhir dengan kematian.
Mengacu pada Keputusan Menkes RI No.293/MENKES/SK1V/2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia; Keputusan Menkes RI No. 131 /MENKES/SK/III/2012 tentang Forum Nasional Gerakan Berantas Kembali Malaria; SK Menteri Dalam Negeri No.434.41/465/SJ  tahun 2010, tentang Pedoman Pelaksanaan Program Eliminasi Malaria di Indonesia, maka untuk mensukseskan kegiatan tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melalui Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (BP3PLP) yang dipimpin dr. Frans Sayori dan Yenice Derek, ST, M.Kes, sebagai pengelola program malaria melakukan kegiatan pembagian kelambu massal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nabire.
Kelambu yang diberikan adalah kelambu berinsektisida. Dengan tujuan, pertama, membatasi populasi vector penularan. Kedua, membatasi gigitan nyamuk. Ketiga, memperpendek umur hidup dari nyamuk, dan keempat memutuskan rantai penularan.
“Kelambu berinsektisida merupakan program Departemen Kesehatan RI dan Global Fund, sedangkan BP3PLP pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang mendistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Nabire,” tutur Yeni.
Pemberian kelambu dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan April 2013 dan telah didistribusikan sebanyak 25.681 kelambu pada RSUD dan seluruh wilayah kerja dari 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Nabire. Kelambu tahap pertama merupakan kelambu rutin yang diperuntukkan khusus bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Periode kedua dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 dan telah siap 10.000 kelambu yang akan dibagikan secara massal kepada masyarakat melalui Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Nabire.
Untuk tahap kedua, pembagian kelambu dilakukan berdasarkan mapping kampung di wilayah kerja setiap Puskesmas. Diharapkan dengan adanya pembagian kelambu massal ini Papua bebas malaria di tahun 2030 dengan data API (Annual parasit Insident) lebih kecil dari 1 dan tidak ada kasus indigenus. Titik tolak pencegahan malaria di kabupaten ini dilakukan melalui sinergitas dengan target RENSTRA Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Yakni, pertama, pada tahun 2015 seluruh sarana pelayanan kesehatan mampu melakukan pemeriksaan parasit  malaria (semua penderita malaria klinis diperiksa sediaan darahnya/konfirmasi laboratorium). Kedua, pada tahun 2025 seluruh Papua sudah memasuki tahap pre-eliminasi (API < 1 per 1000 penduduk). Ketiga, pada tahun 2030 seluruh Papua sudah mencapai eliminasi malaria.
Program pemberian kelambu massal merupakan upaya dan keseriusan Departemen Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kabupten Nabire. Sehingga diharapkan setiap yang menerimanya dapat mempergunakan kelambu tersebut agar terhindar dari penyakit malaria. (mus)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2