Kasus Terbakarnya Kantor Bupati Intan Jaya Mulai Disidangkan

NABIRE – Kasus terbakarnya Kantor Bupati Intan Jaya, Kamis (17/10), mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Nabire. Sidang yang digelar sekitar pukul 10.00 WIT, dipimpin hakim ketua, Joni Kondolele, SH, MM, didampingi hakim anggota masing-masing, Ottow W.T.G.P. Siagian, SH dan Christian Y.P. Siregar, SH.
Sidang perdana kemarin, selain pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. JPU pada sidang kemarin menghadirkan 3 orang saksi masing-masing Sekda Intan Jaya, Drs. David Setiawan, Kabag Umum Setda Intan Jaya, Maryanto, dan anggota DPRD Intan Jaya, Yusuf Sani.
Dalam dakwaan sempat disebutkan adanya kekecewaan dari terdakwa, TK, yang melatarbelakangi kasus terbakarnya kantor bupati. Pada bagian lain dakwaan juga sempat disebutkan adanya kekecewaan atas pelantikan PPD.
Namun terdakwa TK menyampaikan tanggapan atas isi dakwaan tersebut. Terdakwa tidak merasa kecewa seperti yang disebutkan dalam dakwaan. Selain itu, dirinya bukan ditangkap oleh aparat kepolisian. Namun dirinya menyerahkan diri ke Polres Paniai. Tindakan menyerahkan diri ini, kata TK, bertujuan untuk mengamankan situasi di Kabupaten Intan Jaya.
“Saya melaporkan diri ke Polres Paniai. Waktu diperiksa, polisi bertanya dan saya jawab sesuai pertanyaan. Saya mau Intan Jaya aman dan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya dalam persidangan.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh terdakwa, hakim ketua Joni Kondolele, SH, MM menyatakan karena keberatan terhadap fakta, maka keterangan dari terdakwa ini akan dilihat dari keterangan saksi-saksi. “Apa yang disampaikan terdakwa tadi itu menyangkut pokok perkara, ini kita hargai dan kita catat,” tambahnya.
Setelah disumpah, ketiga saksi yang dihadirkan satu per satu dimintai keterangannya dalam persidangan. Saksi pertama, Drs. David Setiawan menjawab pertanyaan majelis hakim menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan informasi soal terbakarnya Kantor Bupati Intan Jaya dari ajudannya. Dirinya juga sempat melihat kobaran api dari rumah dinasnya yang berjarak sekitar 700-an meter dari lokasi kantor bupati yang terbakar.
Ditanya oleh hakim soal pelaku pembakaran kantor, dijawab saksi David bahwa dirinya sampai saat ini belum tahu siapa pelaku pembakaran. Namun seiring berjalannya proses, dirinya tahu bahwa TK dijadikan tersangka dan kini menjadi terdakwa dalam proses hukum yang sedang berjalan ini.
“Setelah kantor bupati terbakar, kini pelayanan pemerintah dialihkan ke guest house di Sugapa. Saya tidak tahu ada masalah apa sehingga terjadi pembakaran kantor ini. Persoalan ini kita serahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” tutur saksi David ketika menjawab pertanyaan majelis hakim.
Saksi kedua yang dihadirkan dalam persidangan, Kabag Umum Setda Intan Jaya, Maryanto, ditanyai sejumlah pertanyaan baik oleh majelis hakim maupun JPU. Ditanya JPU barang-barang yang ikut terbakar, Maryanto merinci sejumlah barang dan surat-surat yang ikut terbakar. Rincian lebih jelas, kata Maryanto, sesuai dengan keterangan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian saat dirinya dimintai keterangan.
Saksi ketiga, Yusuf Sani juga ditanya sejumlah pertanyaan. Pihak JPU sempat mempertanyakan soal hubungan komunikasi melalui telepon genggam antara saksi dengan terdakwa sebelum terjadinya kebarakan kantor itu. Namun saksi menjawab bahwa dirinya belum berkomunikasi dengan terdakwa sebelum terjadinya kebakaran kantor bupati itu. Saat sidang, JPU juga sempat menyampaikan kepada majelis hakim bahwa pihaknya mempunyai data komunikasi antar nomoh handphone yang diidentifikasi milik saksi dan terdakwa.
Jalannya sidang berjalan aman dan lancar. Sejumlah aparat keamanan dari kepolisian terlihat berjaga mengamankan jalannya persidangan.
Menurut rencana, sidang lanjutan akan digelar pada Kamis (31/10) dengan agenda pemeriksaan saksi. Pihak JPU direncanakan akan menghadirkan 4 orang saksi pada sidang lanjutan mendatang. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2