Utamakan Peneguhan Berkelanjutan Kepada Pengguna Miras

NABIRE - Orang tua dalam keluarga sangat berperan untuk anaknya karena anak-anak sekarang sudah tidak tahu dan tidak kenal orang tua maupun keluarganya. Lebih banyak pengguna minuman keras (Miras) hidupnya sudah tidak menentu. Pagi ada di Nabire, sore ada di Dogiyai atau Deiyai atau Paniai atau ke daerah lain dan sebaliknya.
Demikian tanggapan tokoh pemuda Kabupaten Nabire, Paul Mote, mensikapi tuntutan sejumlah pihak untuk mencabut Perda Miras di Nabire.

Menurut Paul Mote, dari dasarnya yang sudah tidak terbentuk, maka mereka setelah menjadi besar sudah mencari makan sendiri dengan berbagai cara. Kalau dilihat hal yang sangat perlu adalah dari dalam rumah dulu membentuk anaknya baru dari pihak luar ikut berperan. Hal ini yang pokok dan mendasar kalau merubah watak dan perilaku anak-anak sekarang yang menyandang predikat pengguna Miras.
“Nasehat orang tua saja diinjak, apalagi mau sekolah atau ke gereja atau masjid. Memang membentuk manusia menjadi sadar, menjadi baik, menjadi panutan itu agak berat dan memakan waktu lama. Karena pekerjaan membentuk manusia menjadi manusia berguna tidak semudah membalik telapak tangan,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakannya, jika kita mau generasi ini tidak habis pelan-pelan hanya karena Miras, harus dilakukan kerja keras. Kalau kita perhatikan seksama pengguna Miras bukan saja dari minuman toko dan milo yang mereka konsumsi. Miras dari apotek atau Puskesmas atau rumah sakit juga lebih dominan mereka gunakan.
“Karena apa kata mereka bahwa beer, vodka, atau milo itu tidak bisa cepat mabuk. Kalau sudah mengarah ketempat medis berarti mereka ini sudah punya ilmu khusus untuk memperoleh Miras tersebut maupun dapat membuat Miras dari obat medis menjadi mabuk. Mereka minum saguer bobo itu ada tambah bumbu dengan cara dan kebiasaan mereka sendiri alasannya supaya cepat mabuk,” tambahnya.
Bukan itu saja, mereka gunakan tapi ada juga yang paling sadis yaitu Miras dari lem sepeda alias aibon. Mereka isi dalam baju, jika ada benjolan tahu saja dalamnya ada kaleng aibon untuk diisap setiap saat. Hal-hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak agar apa yang sudah disampaikan kelompok peduli ini tidak mengarah satu dua titik, tapi semua sudut pandang. Karena generasi ini mereka ada dijaman yang beda dengan generasi dulu.
Kalau Perda Miras pabrik, milo dicabut, apakah tidak ada orang mabuk ? Belum tentu, karena mereka sudah banyak tahu membuat Miras dengan berbagai bahan yang kesemuanya adalah merusak watak dan mental yang lama kelamaan akan meninggal dunia. Sehingga ada pikiran bahwa perlu adanya studi kelayakan yang mengarah kepada peneguhan generasi muda sambil orang tuanya diberdayakan. Sehingga semua stakeholder yang peduli akan generasi muda serius bekerja dengan berbagai cara sesuai bidangnya masing-masing. Dengan tujuan untuk tetap mempertahankan agar generasi muda ini tidak cepat habis.
Contohnya membuka lapangan pekerjaan atau balai latihan kerja atau lain sebagainya. Kuncinya adalah peranan orang tua, sekolah, gereja dan pemerintah turut serta melihat hal ini agar tidak menjadi hal yang bisa-bisa tetapi mari kita lihat sebagai sesuatu hal yang sedang mengancam kepunahan generasi muda di tanah ini. Kita salut pikiran dari teman-teman yang sudah mulai peduli dengan situasi ini demi keselamatan generasi muda agar menjadi generasi yang bermanfaat untuk nantinya dapat menjadi generasi penerus diberbagai aspek, paparnya. (ros)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2