Perjuangkan Kenaikan Insentif, Tenaga Medis Datangi DPRD

NABIRE – Puluhan tenaga medis perawat, bidan, analisis gisi RSUD Nabire, Rabu (27/11) siang, mendatangi Kantor DPRD Nabire. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi yang memperjuangkan kenaikan insentif mereka. Karena menurut mereka, ada perbedaan yang cukup mencolok antara insentif yang diterima oleh para dokter dan para perawat serta bidan. Jika aspirasi tidak ditanggapi baik, mereka mengancam akan mogok kerja.

 

Pantauan media ini, puluhan tenaga medis diterima oleh pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Nabire, di ruang Bamus. Perwakilan dari tenaga medis diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya. Selain aspirasi secara lisan, pimpinan DPRD Nabire juga meminta agar aspirasi secara tertulis juga bisa diserahkan ke DPRD. 

Disampaikan oleh perwakilan dari tenaga medis, aspirasi untuk meminta kenaikan insentif sudah disampaikan juga kepada pimpinan RSUD Nabire. Hanya saja, pertemuan yang digelar di RSUD belum bisa menjawab seperti apa yang dituntut oleh para tenaga medis ini. Para tenaga medis ini mengaspirasikan agar insentif mereka dinaikan menjadi antara 2,5 juta hingga 3 juta. Namun nilai itu belum bisa diloloskan oleh pimpinan RSUD, yang saat pertemuan hanya bisa menawarkan nilai 1,5 juta rupiah.

Seperti disampaikan oleh perwakilan tenaga medis lainnya, aksi kali ini pihaknya fokus pada persoalan insentif. Pertemuan dengan pimpinan RSUD, pihaknya sepakat minta kesediaan direktur untuk kenaikan itu dibuat seragam menjadi 3 juta rupiah.  

“Kami sangat merasakan beban kerja kami di RSUD, perawatlah yang beban kerjanya paling besar, 1 kali 24 jam kami ada dengan pasien meski pun kami pakai sistim keadaan shift. Selama ini kami bekerja tidak sesuai dengan tugas pokok kami masing-masing, tapi kami membantu setiap bagian pekerjaan dokter, pekerjaan cleaning service, pekerjaan administrasi semua dipegang oleh perawat. Namun semua itu tidak dihargai dengan hati yang tulus dari pihak pimpinan RSUD,” paparnya. 

Menjawab aspirasi yang disampaikan para tenaga medis, pihak DPRD Nabire berjanji akan memperjuangkan kenaikan insentif para tenaga medis ini. Pihak DPRD meminta kepada tenaga medis ini untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis kepada DPRD. 

“Penyampaian aspirasi yang disampaikan ini tepat waktunya. Karena dalam waktu dekat ini DPRD akan membahas anggaran untuk tahun 2014 mendatang. Jadi aspirasi ini bisa kami sampaikan juga kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti,” ujar Ketua DPRD Nabire, Titi Yuliana Marey.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya. Seperti disampaikan Hendrik Andoi, pihaknya tetap akan memperjuangkan aspirasi kenaikan insentif para tenaga medis di RSUD Nabire ini. Menurut Andoi, tuntutan yang disampaikan oleh mereka adalah hal yang wajar. 

 

Jumlah Kenaikan Insentif Belum Dipastikan

 

Janji anggota DPRD Nabire untuk membawa aspirasi tuntutan kenaikan insentif para tenaga medis RSUD Nabire ke pembahasan dengan pihak eksekutif, kemarin sore langsung dilakukan. Saat rapat koordinasi dengan pihak eksekutif membahas Prioritas dan Plafond Anggaran Sementara (PPAS) APBD TA 2014, anggota DPRD meneruskan tuntutan para tenaga medis ini. DPRD Nabire menyarankan kepada pihak eksekutif untuk merealisasikan tuntutan para tenaga medis untuk dinaikkan insentif perbulannya. 

Sepertinya tuntutan para tenaga medis ini ada titik terang. Selain ada dukungan dari para wakil rakyat, pihak eksekutif pun sepertinya menyambut positif aspirasi itu. Hanya saja, belum diketahui pasti berpa nilai kenaikan insentif para tenaga medis ini. Dari pihak eksekutif masih harus menghitung terlebih dahulu dan dengan melihat kemampuan keuangan daerah. (ros)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2