Polres Larang Penjualan Petasan dan Mercon

NABIRE - Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si menghimbau kepada para pedagang musiman musiman Kembang Api dan Mercon, untuk tidak menjual Mercon atau Petasan dalam bentuk apapun. Karena sesuai dengan ijin yang diberikan oleh Polda Papua, yang hanya diijinkan untuk menjual adalah Kembang Api.  

 

Pantauan di lapangan, pedagang musiman Kembang Api dan Mercon saat ini sudah mulai terlihat membangun lapaknya di daerah Pantai MAF dan Jalan Sisingamangaraja. Lapak ini akan digunakan untuk menjual Kembang Api dan Mercon, bagi masyarakat Nabire, yang akan menyambut Tahun Baru 2014.

Lanjut Kapolres, dirinya tidak keberatan jika para pedagang hanya menjual kembang api. Dan dirinya juga menegaskan kepada seluruh masyarakat dan para pedagang Kembang Api, agar tidak mennggunakan kembang api di sekitar wilayah SPBU yang ada di wilayah Nabire. Minimal 300 meter dari lokasi SPBU, karena hal tersebut sangat berbahaya. Karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran dan lain-lain. Begitupun di wilayah sekitar lingkungan gereja pada saat ibadah berlangsung, karena akan mengganggu warga yang sedang melakukan ibadah.  

“Kami juga dalam waktu dekat akan melakukan razia terhadap petasan dan mercon di wilayah Nabire. Kami akan tarik dari pasaran, kalau ada pedagang yang menjual petasan atau mercon. Kalau kembang api itu tidak masalah, tapi itupun ada ketentuannya,“ tegasnya. 

Dirinya juga berpesan kepada semua warga Nabire, di bulan Desember ini, dimana warga umat Kristiani akan merayakan masa raya Natal dan Tahun Baru, hendaknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendekatkan diri kepada Tuhan, atau kegiatan-kegiatan menyambut Natal. Dan masyarakat, jangan terhasut dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pada jaman sekarang, tentunya ada kelompok-kelompok atau segelintir orang yang ingin mengacaukan suasana kenyamanan, ketentraman dan ketertiban kota Nabire, yang saat ini sudah terjaga dengan baik. Namun, sebagai warga masyarakat yang baik dan takut akan Tuhan, maka di bulan Desember ini, baiknya di isi dengan kegiatan suka ria, tetapi tidak berlebihan, dalam rangka menyambut hari lahir sang juru selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus. (cad)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2