Kapolres Nabire Gelar Coffee Morning dengan Tokoh Agama

NABIRE - Dalam rangka menyamakan persepsi menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Kabupaten Nabire menjelang pengumuman CPNS dan menyonsong Pemilu Legislatif Tahun 2014 di wilayah Kabupaten Nabire, Kamis (16/1) bertempat di aula Rastra Samara Polres Nabire, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si menggelar Coffe Morning bersama Para Muspida Kabupaten Nabire, Kominda Kabupaten Nabire, serta Para Tokoh Agama yang ada di Nabire.

 

Turut hadir pula dalam Coffee Morning tersebut, Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos., Dandim 1705/ Paniai, Letkol Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene., Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, T. Banjar Nahor, SH., Danyon 753/AVT, Mayor Inf. Mahbub., Ketua Klasis GKI di Tanah Papua, Pdt. P. Manuaron, S.Th., Pastor Yusuf dari Pemuka Agama Katolik, Ustad Dahlan dari Pemuka Agama Islam yang ada di Nabire, serta sejumlah undangan lainnya dari kalangan pemuka agama yang ada di Kabupaten Nabire.
Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si dalam sambutannya mengatakan, memasuki tahun 2014 yang merupakan tahun politik, tentunya banyak hal-hal yang perlu diantisipasi, terlebih khusus masalah situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ditengah-tengah situasi Politik yang sudah mulai memanas. Sehingga, melalui Cofee Morning yang digelar Kamis Pagi di aula Mapolres Nabire dengan unsur Muspida, Kominda dan para Tokoh-tokoh Agama, baik dari Nasrani, Muslim, Hindu dan Budha, kiranya bisa bersama-sama memikirkan dan memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh warga umat beragama yang ada di Kabupaten Nabire.
Kata Kapolres, yang paling efektif saat ini untuk bisa memberikan pemahaman yang baik dan mempengaruhi warga masyarakat adalah, para pemuka-pemuka agama, seperti Pendeta, Ustad dan juga pemuka-pemuka agama yang lainnya.Mengapa, karena para Tokoh Agama yang hampir setiap hari berhadapan dengan umatnya dan patut ditauladani oleh setiap umat beragama.Karena, agama selalu membawa kebenaran, sehingga dengan kita menyamakan persepsi menyikapi situasi Kamtibmas di wilayah Nabire, situasi Nabire akan selalu aman serta kondusif,yang mana hal tersebut menjadi harapan bersama.
“Kami selaku aparat keamanan TNI dan Polri sangat mengharapkan saran dan masukan dari para pemuka-pemuka agama. Karena, saya yakin melalui para pendeta, pastor, ustad dan para pemuka agama lainnya bisa membantu tugas kami selaku aparat keamanan, melalui penyampaian-penyampaian hukum positif kepada masyarakat, karena beliau-beliau (Para Pemuka Agama red) ini hampir setiap hari berinteraksi, berkomunikasi dan sebagai orang yang dipercaya mampu menyelesaikan segala persoalan dari segi rohani,” ungkap Kapolres. 
Menurut Kapolres, bahwa masyarakat lebih mempercayai para Tokoh Agama ketimbang yang lainnya. Dan dirinya yakin, bahwa selaku Tokoh Agama, tentu tidak mempunyai kepentingan apa-apa, apalagi kepentingan politik.Yang pasti seorang Tokoh Agama cenderung memberikan pemahaman kerohanian kepada warga umatnya dan tentunya dengan tuntunan kitab suci dan ajaran Tuhan, para Tokoh agama akan lebih mudah masuk kedalam hati masyarakat.
Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si juga berharap, agar situasi keamanan di wilayah Kabupaten Nabire, bisa terus dalam keadaan aman, tertib, terkendali dan kondusif. Sehingga, jelang Pengumuman Hasil Tes CPNS dan Pemilu Caleg 2014 di wilayah Nabire, aktifitas warga masyarakat tetap berjalan aman dan lancar seperti biasa.(cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2