Tokoh Agama Sepakat Bantu Pemerintah dan TNI/Polri Jaga Keamanan Melalui Pelayanan dan Khotbah

NABIRE - Para Tokoh Agama sepakat untuk membantu Pemerintah Daerah dan TNI/Polri dalam menjaga dan memelihara situasi keamanan daerah lewat himbauan-himbauan dalam bentuk khotbah pada setiap hari Minggu, maupun kebaktian-kebaktian lainnya, serta khotbah-khotbah di Masjid-masjid dan tempat-tempat peribadahan lainnya. Ketua Klasis GKI Di Tanah Papua, Pdt. P . Manuaron, S,Th mengatakan, bahwa agama sebenarnya tidak hanya sampai kepada batas penggembalaan dan pemberitaan firman Tuhan kepada umat, tetapi perlu ada pemahaman-pemahaman positif kepada setiap umat.

Dirinya selaku Ketua Klasis GKI Di Tanah Papua, dan selaku hamba Tuhan mengusulkan, kepada semua pemuka lintas agama untuk bisa berkumpul bersatu, menyamakan persepsi dan berdoa bersama-sama, serta mencoba membicarakan soal-soal penanganan kita terhadap iman.
Sementara itu, Ustad Dahlan selaku salah satu perwakilan dari umat Muslim yang ada di Nabire juga berpendapat yang sama, dimana semua hamba-hamba Tuhan dan juga para Pemuka Agama berprinsip untuk bisa membuat hati masyarakat tenang, tidak terprovokasi. dan selaku umat beragama memang semua umat ingin hidup aman, damai dan tentram, tetapi ada juga manusia yang ingin supaya daerah itu tidak aman, oleh karena itu selaku pemukan agama tetap memberikan himbauan-himbauan khusus kepada umat di Masjid-masjid maupun di tempat-tempat ibadah lainnya, malalui khotbah-khotbah di Masjid-masjid setiap Jumat.
Menurutnya, akar masalah penyakit masyarakat bermula dari minuman keras (Miras), oleh karena itu Pemerintah Daerah harus jeli melihat hal ini dan kalau hal tersebut tidak sesegera mungkin diatasi, akan banyak menimbulkan korban jiwa di tengah-tengah masyarakat, akibat mengkonsumsi Miras.
Dirinya menyarankan, kepada semua lintas agama dalam waktu dekat bisa bersama-sama berkumpul dan mengadakan doa bersama di tempat terbuka jelang Pemilu Legislatif 2014. Sebelumnya, doa-doa bersama lintas agama sering digelar, namun belakangan ini sudah tidak ada lagi, sehingga dirinya meminta kepada semua pemuka agama di kabupaten Nabire untuk bisa sepakat, berkumpul bersama dan melaksanakan doa bersama lintas agama di Kabupaten Nabire.Dan sebagai warga masyarakat, tentunya sangat mendukung apapun yang diprogramkan oleh Pemerintah Daerah, karena apapun yang diprogramkan oleh pemerintah adalah untuk demi kemajuan daerah dan masyarakatnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Pastor Yusuf, salah satu pemuka agama dari kalangan umat Katolik yang ada di Nabire, dimana dirinya mengatakan, untuk mengubah pola pikir masyarakat perlu waktu yang panjang.Dimana, dirinya hampir 13 tahun hidup bersama di tengah-tengah masyarakat yang ada di Papua, dan untuk mengubah pola pikir masyarakat butuh waktu dan kesabaran hati.
Menurutnya, rata-rata di Papua, warga masyarakat setelah selesai memangku pendidikan di tingkat Sekolah menengah maupun Tingkat Perguruan Tinggi, semua berpikir untuk bagaimana harus menjadi seorang PNS.Dan semua berduyun-duyun untuk mendaftarkan diri menjadi PNS.Padahal, sebenarnya kalau dipikir-pikir kehidupan manusia itu tidak hanya di Pegawai Negeri Sipil saja.Dan untuk mengubah pola pikir masyarakat, agar tidak lagi berfokus kepada PNS, juga harus di dukung oleh Pemerintah Daerah, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat untuk bagaimana bisa membuat atau menciptakan peluang-peluang yang lainnya, selain menjadi PNS, dan ini harus di pikirkan oleh Pemerintah.
“Kedepan kalau menurut saya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan untuk mengubah pola pikir masyarakat, karena saat ini banyak lahan tidur dan belum digarap oleh masyarakat, mungin sektor pertanian, peternakan dan perikanan harus dilirik oleh Pemerintah untuk bisa memberikan peluang kerja kepada warga masyarakat, selain menjadi PNS. Dan kalau hal ini digarap bersama-sama, hal ini akan menjadi suatu hal yang indah di masa depan,”tutur, Pastor Yusuf. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2