Bupati Himbau Masyarakat Jaga Keamanan Daerah Mulai dari Tingkat RT/RW

NABIRE - Pada acara Coffee Morning yang digelar Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M. Sibersama para unsur Muspida, Kominda dan Para Tokoh Agama dalam rangka menyamakan persepsi, terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat  jelang hasil pengumuman CPNS dan Pemilu Caleg 2014 yang tinggal beberapa bulan lagi akan dilaksanakan, Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos mengajak seluruh eleman masyarakat untuk bisa menjaga dan memelihara keamanan di wilayah Nabire, mulai dari tingkat paling bawah RT/RW sampai ke tingkat atas.


Kata Bupati, menyangkut situasi daerah seorang Bupati harus tahu, karena Bupati yang menjadi pimpinan daerah. Dan Bupati juga harus mengetahui apa masalah-masalah yang terjadi di kalangan tingkat bawah atau masyarakat. Namun, akhir-akhir ini menurut Bupati banyak isu-isu yang berkembang, baik melalui media dan lain sebagainya seolah-olah Nabire kurang aman, padahal tidak seperti demikian. Dan setiap permasalahan apapun yang terjadi di daerah, Bupati juga harus tahu, mungkin melalui komunikasi dan koordinasi antar pimpinan atau mungkin lewat pemberitahuan-pemberitahuan secara resmi dan lain sebagainya.
Lanjut Bupati, khusus di tahun 2014 ini, ada tiga agenda kegiatan penting yang harus dilaksanakan di wilayah kabupaten Nabire, yaitu, Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2014, dan diharapkan pada Pemilu Legislatif mendatang tidak ada satu Partaipun yang membuat kekacauan di daerah, ikuti aturan main jangan membuat hal-hal yang sifatnya ingin mengacaukan daerah melalui suasana politik yang sedang berlangsung. Segala permasalahan intern partai harus diselesaikan melalui intern partai dan tidak perlu dibawa-bawa ke masyarakat.
“Kita harus amankan Nabire secara bersama-sama, apalagi Nabire adalah daerah Transit dari beberapa wilayah Kabupaten, apapun harus di koordinasikan. Dan saya ucapkan terima kasih kepada TNI/Polri yang selama ini sudah menjaga situasi keamanan Nabire.Dan saya minta masyarakat juga bantu TNI/Polri untuk jaga keamanan,” ujar Bupati Nabire, Isaias Douw.
Terkait masalah hasil pengumuman CPNS untuk wilayah Kabupaten Nabire, kata Bupati Isaias Douw, S.Sos, bahwa hingga saat ini untuk masalah waktu dan tanggal penetapan hasil pengumuman Tes CPNS untuk wilayah Papua dan Papua Barat belum ada petunjuk dari Pusat dalam hal ini Menteri Pendayagunaan Apapratur Negara (MenPAN). Karena, hingga saat ini masih terjadi tarik ulur antara Pusat dan Daerah dalam hal ini Provinsi Papua, dalam hal kebijakan penentuan kelulusan.
Dikatakan Bupati, bahwa untuk penerimaan Formasi Umum Nabire hanya dapat jatah 130 Orang, tetapi dari 130 jatah yang disiapkan masih banyak para Calon Pegawai Negeri Sipil yang tidak medaftarkan diri, karena tidak ada formasi pendidikannya. Sedangkan, untuk Honorer akan bersamaan diumumkan dengan formasi umum. Dan yang menentukan hasil adalah Pusat bukan daerah, kalau daerah yang menentukan masih ada kebijakan-kebijakan khusus.
“Kalau daerah yang diberikan kebijakan untuk menentukan hasil tes CPNS itu pasti saya akan lihat mana yang menjadi prioritas untuk diangkat menjadi PNS, dan tidak ada istilah-istilah jatah-jatah, semua harus rata dibagi tidak ada istilah kamu dari gunung, kamu dari pesisir, kamu dari pedatang.Sebagai warga Negara semua punya hak untuk menjadi PNS, tidak boleh ada perbedaan.Dan kita tinggal tunggu waktu dan petunjuk dari Pusat kapan akan di umumkan hasilnya,” terang Bupati.
Selaku Pimpinan Daerah, Bupati Isaias Douw, S.Sos meminta kepada semua warga masyarakat, para kepala suku, tokoh agama, TNI/Polri untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah masing-masing mulai dari tingkat RT/RW, Kampung, Kelurahan sampai ke tingkat atas. Kata Bupati, selama dirinya menjabat sebagai Bupati Nabire, para Kepala Suku, Kepala Kampung dapat honor, tujuannya bukan hanya dikasih begitu saja, tujuannya adalah untuk membantu Pemerintah Daerah, TNI/Polri menjaga keamanan daerah. Memang honor yang diberikan tidak seberapa, tetapi hal tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah. Dirinya minta kepada seluruh warga masyarakat untuk menanamkan empat pilar kebangsaan dalam diri sanubari, yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.Siapa yang ingin mengacaukan Nabire, segera tindak tegas jangan dibiarkan, mari sama-sama jaga Nabire, agar tetap dalam keadaan aman dan kondusif. (cad)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2