Provinsi Papua Tengah Diambang Pintu, RUU Disetujui Presiden

NABIRE - Realisasi Provinsi Papua Tengah telah masuk diambang pintu, keberhasilan sudah didepan mata.Rancanagan Undang-Undang (RUU) telah disetujui Presiden Republik Indonesia dan Amanat Presiden Ampres telah diterbitkan.Ampres Nomor : R.556/Pres/XII/2013 tertanggal 27 Desember 2013 telah membuka pintu terbentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua dan Papua Barat.Dan tentunya, didalamnya terdapat Provinsi Papua Tengah yang telah lama diperjuangkan.

Hal demikian dikatakan Deklalator sekaligus Konseptor Pamekaran Provinsi Papua Tengah Drs.Alselmus Petrus Youw,M.Si dan diperkuat oleh Ketua Tim Realisasi dan Rekatifitasi Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote,Se.,M.Si.Hanya saja menurut keduanya, masih ada banyak daerah-daerah otonom baru yang diperjuangkan masuk dalam RUU yang telah disetujui oleh Presiden melalui Ampres-nya.Tinggal bagaimana Tim Daerah Otonom Baru (DOB) itu melakukan lobi-lobi intens sehingga DOB yang diperjuangkannya masuk dalam Undang-Undang atau diundangkan.Baik Ap.Youw maupun Norbet Mote, menyebut bahwa factor dana memagang peranan penting dan akan menentukan apakah Provinsi Papua Tengah termasuk yang di-undang-kan atau tidak, pasalnya untuk lobi Tim Pamekaran memerlukan biaya.Kata AP.Youw, tanpa sokongan dana, realisasi Provinsi Papua Tengah berada dalam persimpangan.Kata Norbet Mote, semustinya para Bupati se-Wilayah Papua Tengah ikut mendukung, bukan tinggal diam, karena para Bupati itulah yang kedepan akan maju sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Tengah dan berharap salah satu dari para Bupati itu ada yang menjadi Gubernur Papua Tengah.Dikatakan AP.Youw, padahal untuk mendanai pamekaran Provinsi Papua Tengahtidak perlu dari kantong Para Bupati se-Wilayah Papua Tengah, pasalnya sudah ada aturan yang mengatakan bahwa pendanaan itu dibebankan pada APBD masing-masing kabupaten/kota.“Sudah ada keputusan bersama sebagaimana telah dicantumkan dalam surat keputusan bersama, yang isisnya antara lain bahwa biaya yang timbul akibat perjuangan Provinsi Papua Tengah dibebankan kepada APBD masing-masing kabupaten se-wilayah Papua Tengah.Hal itu sesuai PP Nomor78 Tahun 2007 Pasal 26 yang isisnya, dalam rangka pembentukkan provinsi, dana yang dibutuhkan/diperlukan dibebankan pada APBD provinsi induk dan APBD kabupaten/kota cakupan calon provinsi yang bersangkutan,” terangnya.Ungkap AP.Youw, sudah seharusnya para pejabat dan masyarakat Papua Tengah merasa senang dan banggahatiuntuk menerima ibukota Provinsi Papua Tengah, untuk selanjutnya mempunyai tugas mempersiapkan segala fasilitas yang akan digunakan oleh Penjabat Gubernur dan jajarannya.“Semua komponen yang ada didaerah ini mulai dari Kabupaten Nabire sebagai kabupaten induk sudah sepatutnya menjadi kekuatan menggerakkan yang lain, namun Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah hingga saat ini tidak merespon baik dan positif, makanya Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah menawarkan kedudukan ibukota provinsi kalau tidak di Nabire silahkan saja beralih kedaerah lain, mungkin Biak atau Timika.Apakah kita mau seperti itu, apakah kita mau ibukota Provinsi Papua Tengah beralih ke Biak atau Timika, Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah menyerahkan untuk menjawab dimana layaknya letak ibukota,” tuturnya.“Dalam RUU, bagian ke-4 Pasal ke-7, mengatur tentang ibukota ditunjuk/ditetapkan Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah.Atau relakah para pejabat dan masyarakat Kabupaten Nabire bila Ibukota Provinsi Papua Tengah dialihkan kedaerah lain,” sindirnya.AP.Youw menyayangkan, karena hingga saat ini, belum ada respon baik dan positif dari masyarakat khususnya Para Bupati di Wilayah Papua Tengah.“Tim Pamekaran Provinsi Papua Tengah berada dalam persimpangan jalan, hendak berkoordinasi dengan dan kepada siapa, padahal Rancangan Undang-Undang (RUU) telah disetujui oleh Presiden Republik dengan diterbitkannya Ampres R.556/Pres/XII/2013,” ujarnya.Lanjutnya, sekarang tinggal bagaimana komponen masyarakat Kabupaten Nabire meresponya.Hendak meminta bantuan dari dunia swasta/pengusaha, namun di Nabire sepertinya para pengusaha juga tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti, padahal peranan dunia swasta juga sangat penting. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2