10 Pesan Kapolri Untuk Polisi Pada Apel Gelar Pasukan Operasi “Mantap Brata-2014”

NABIRE - Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka Pengamanan Pemilu 2014, pada kesempatan Apel Konsolidasi Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi “Mantap Brata” Pengamanan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi, Drs. Sutarman, dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, yang berlangsung di Taman Gisi Oyehe, Selasa (4/2) pukul 16.00 Wit, juga menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh Personel Polri yang ada di seluruh Indonesia untuk dipedomani dan dilaksanakan, terlebih khusus Wilayah Polres Nabire. 

 

Pertama, siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Sehingga dapat menampilkan jati diri Polri sebagai sosok penolong, sahabat, pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang jujur benar, adil, transparan dan akuntabel. Kedua, petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan Pemilu 2014, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen, didukung bhabinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat. Sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilu 2014, dapat diantisipasi sedini mungkin, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. 

Ketiga, implementasikan Asia siap secara maksimal di masing - masing kesatuan, sehingga pengamanan Pemilu 2014 dapat benar -benar kita laksanakan secara optimal. Kempat, perkokoh kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara Pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat, guna mewujudkan sinergi Polisional yang proaktif dalam rangka pengamanan Pemilu 2014. Kelima, bagi segenap anggota Polri jaga komitmen dan netralitas, serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam penyelenggaraan Pemilu 2014, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. 

Lanjut Kapolri, Keenam, tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen Pemilu tahun 2014, khususnya wilayah yang memiliki kerawanan serta berpotensi dijadikan target oleh pelaku; Tujuh, lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara terpadu, melalui sentra Gakkumdu; Delapan, berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum bertugas, serta pedomani aturan dan S.O.P yang berlaku, untuk menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas; Sembilan, siapkan rencana pengamanan kontinjensi, serta latihkan kepada seluruh personel, sehingga mampu menghadapi eskalasi ancaman yang mengarah pada situasi kontinjensi. Sepuluh, lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat, terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota, untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. (cad)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2