Persiapan Pileg 2014, Kadistrik Nabire Kumpulkan Kakam, RT/RW Sanoba

NABIRE - Dalam rangka persiapan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 9 April 2014, Kepala Distrik Nabire, Maikel Y.Danomira,SSTP melakukan pertemuan dengan Para Kepala Kampung/Lurah, RT,RW dan Petugas PPS.Tempat pertama yang dijadikan pertemuan adalah Kampung Sanoba dan pertemuannya dilangsungkan di Kantor Kampung Sanoba, Selasa (4/2).

 

Pertemuan itu juga dihadiri Danramil Nabire, Lettu Inf. Sakeus Agaki, Ketua KPPS, seluruh RT dan RW Kampung Sanoba dan Kapolsek Nabire walaupun kedatangannya terlambat.

Dalam sambutannya, Kepala Distrik Nabire, Maikel Y.Danomira,SSTP, pertemuan itu dilakukan untuk melakukan kesiapan dan mengecek kesiapan dalam rangka Pemilu Legislatif 9 April 2014 baik itu DPR RI, DPD RI, DPRP dan DPRD.

Kadistrik Maikel meminta agar para petugas PPS utamanya petugas di TPS-TPS untuk selalu berjalan diatas aturan dan bersikap tegas.

Kadistrik meminta kepada Kakam, RT dan RW untuk selalu waspada menjaga situasi dan kondisi di Kampung Sanoba yang selama ini telah tercipta dengan aman dan kondusif.Dirinya, mengingatkan karena menjelang Pemilu Legislatif banyak kepentingan karena berhubungan dengan politik.

“Apa yang sudah tercipta di Kampung Sanoba ini yakni situasi kemanan dan ketertiban masyarakat yang baik dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan, waspa menjelang dekat Pemilu karena seringkali terjadi kerawanan karena kepentingan politik, semua Caleg tentu ingin menang begitupula dengan partai politik.Ini yang perlu kita antisipasi.Bila nanti terjadi dilapangan khususnya saat hari H, hadapi dengan kepala dingin, jangan membuat keputusan atau gerakan yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, bila kondisi tidak mungkin dihadapi laporkan pada aparat berwajib,” tuturnya.

Terkait DPT, Kadistrik mengatakan, itu sudah ditentukan dan diplenokan ditingkat KPU dan KPU telah menggunakan system tersendiri sehingga pemilih atau pemilik hak suara juga sudah ditentukan dengan menggunakan Nomor induk kependudukan dan nomor induk keluarga, sehingga yang tidak terdata NIk-nya secara otomatis akan tergapus dari DPT.

“Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan mengerti, kangan sampai nanti pas waktunya pencobloan terjadi keributan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang data hak pilih,” ungkapnya.

Dirinya meminta agar petugas TPS intens melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan KPPS, PPS dan seterusnya, bila ada hal-hal yang terjadi dilapangan segera laporkan.

“Petugas TPS harus tegas, siapapun yang masuk ke TPS memperlihatkan dan memberitahukan kepentingannya, petugas harus mempunyai prinsif, menjaga netralitas sebagai penyelenggara Pemilu.Petugas tidak boleh memihak kepada parpol atau Caleg tertentu,” katanya.

“Petugas harus berjalan sesuai aturan, karena bila terjadi permasalahan dikemudian hari dimana dan kemanapun tetap akan menang.Dan jangan coba-coba untuk melakukan kompromi dengan parpol atau Caleg tertentu,” tegasnya.

Sementara itu Ketua KPPS Sanoba mengatakan bahwa Pemilu bukan hal yang baru bagi petugas (kita) karena sering menjadi petugas, sehingga sudah mempunyai pengalaman.Dulu masyarakat masih banyak yang belum mengerti politik, namun sekarang, masyarakat sudah mulai paham dengan politik sehingga perlu berhati-hati dalam menjalankan tugas.

Bukan hanya masyarakat yang akan memantau petugas tetapi masih ada Panwas yang akan selalu melihat gerak-gerik petugas, oleh karena itu dalam menjalankan tugas sudah seharusnya berjalan diatas aturan.

Kata Ketua KPPS, jangan terpengaruh dengan rayuan uang dari Caleg tertentu yang dibawa dan ditawarkan melalui utusannya, jangan melakukan kompromi politik apalagi menjanjikan jumlah surat suara pada Caleg tertentu.

“Ingat ada Panwas yang selalu mengwasi kita, ada masyarakat yang semakin mengerti yang melihat kita, jalankan tugas dengan jujur dan benar, kangan membuat janji yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri, jangan lihat uang karena itu bisa menggiring kedalam penjara, Petugas PPS harus netral, tidak berpihak pada parpol atau Caleg tertentu,” tuturnya.

Danramil Nabire, Lettu Inf.Sakeus Agaki memnita kepada petugas PPS untuk selalu berkoordinasi dan berkomunikasi denagn pihak aparat demi terciptanya situasi dan kondisi Sanoba yang aman, tenang dan kondusif.

Danramil Asli Papua itu juga mengingatkan para petugas untuk melaporkan hal-hal diluar kemampuan petugas kepada insansi terkait serta aparat keamanan.

“Pada prinsipnya kami dari TNI hanya memvack up kepolisian dalam hal Kamtibmas, namun kami juga siap berkoordinasi dengan petugas disini bila memang dibutuhkan dan kami selalu siap,” tegasnya.

Sedangkan Kakam Sanoba, Benny Hilapok meminta kepada aparat RT, RW untuk selalu mengantisipasi situasi dan kondisi Sanoba utamanya menjelang Pemilu 9 April 2014.

“Situasi dan kondisi Sanoba saat ini memang aman dan kondusif, ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan.Antisipasi perlu kita lakukan menjelang Pileg karena bukan mustahil ada orang-orang yang tidak bertanggungjawan yang membuat situasi kurang aman,” katanya.

Kakam Sanoba meminta kepada para petugas PPS untuk menjaga netralitas dan tidak memihak pada salah satu parpol atau Caleg tertentu, oleh karenanya, Bebby Hilapok meminta afar petugas PPS yang menjadi pengurus parpol/Caleg harus diganti.  (iing elsa)

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2