Akan Ada Tim Monitoring Turun ke Distrik

NABIRE – Untuk melakukan monitoring ke sejumlah distrik, tim yang akan dibentuk akan mengidentifikasi berbagai persoalan unit percepatan pembangunan dan menertibkan pegawai di tempat tugasnya. Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar, Rabu (28/1) lalu di ruang rapat Setda Nabire. Rapat dihadiri Muspida, sejumlah pejabat, para kepala distrik se-Kabupaten Nabire.

 

Dikatakan Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, saat ini kita akan mengetahui bersama dan melakukan kegiatan tim monitoring dari pemerintah kabupaten akan dijalankan ke masing-masing distrik. Tugas tim, akan melakukan pengawasan dan pengendalian untuk kepentingan daerah ini. Tim yang dibentuk itu juga akan mengontrol gaji pegawai distrik, guru dan tenaga medis. 

Awal tahun 2014, pemerintah Kabupaten Nabire akan membentuk tim khusus untuk monitoring di distrik-distrik. Ada berapa distrik yaitu Distrik Teluk Kimi, Nabire, Nabire Barat dan Distrik Wanggar yang tidak menangani gaji pegawai distrik, guru dan tenaga medis karena di dalam kota. Selain dari 4 distrik, yaitu Distrik Yaro, Yaur, Teluk Umar, Makimi, Napan, Mora, Wapoga, Uwapa, Siriwo, Menou dan Dipa, tim yang dibentuk akan menangani gaji pegawai distrik, guru dan tenaga medis lalu dibawa ke distrik.  

Tegas Wabup Mesak, tahun 2014 harus diawali dengan semangat yang baru, PNS dijajaran tempat tugas agar PNS harus bisa menjelaskan pembangunan distrik dan kampung bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, menghasut masyarakat sehingga dapat menghambat pembangunan distrik dan kampung.

“Apabila orang bilang tidak ada pembangunan distrik dan kampung, orang itu tidak memiliki hati. PNS saya harapkan agar lebih serius melaksanakan berbagai tugas pembangunan distrik dan kampung,” harap Wakil Bupati Mesak.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Perimus Butu, mengatakan, tertibkan personil dulu karena image-image yang terjadi saat ini. Misalnya kenaikan pangkat guru atau berkala dan buat DP3 bukan dinas yang urus dan buat DP3 selain kepala sekolah yang buat sehingga dari dinas lain maka tidak mengajar aktif. Kenaikan pangkat lebih cepat dibandingkan dengan teman–teman yang benar-benar mengajar aktif    sehingga bupati dan SKPD lain kita tekakan untuk tertibkan hal itu.

Salah satu perwakilan kepala distrik, mengatakan, semua permasalahan yang ada ditempat tugas ditangani dan melihat letak geografis wilayahnya masing-masing maka pegawai tidak betah di tempat tugasnya. Sehingga pemerintah daerah mengakomodir kesejahteraan pegawai diharapkan pada saat kesempatan saat ini bisa diakomodir.

Lanjut Primus Butu, ditertibkan personil dulu karena dinas pendidikan yang mendapat masalah-masalah yang sedang ditemukan. Misalnya kenaikan pangkat atau berkala, ini bukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga Kabupaten Nabire yang urus tetapi dinas-dinas lain yang urus. Dan megeluarkan DP3 bukan kepala sekolah yang megeluarkan, tetapi dari dinas lain. Sehingga Dinas Pendidikan dan kepala sekolah tidak punya gigi.

“Sehingga ada image-image yang kita dengar dan tidak mengajar di tempat tugas itu kenaikan pangkat cepat dibandingkan dengan teman-teman yang benar-benar mengajar aktif di sekolah. Hal ini kita tertibkan dulu. Bupati, SKPD lain kita sama-sama tertibkan supaya tidak terjadi lagi image-image yang sedang berkembang ini,” tuturnya. (modes) 

 

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2