Setelah Sanoba dan Karang Mulia, Kadistrik Gelar Pertemuan di Morgo

NABIRE - Setelah Kampung Sanoba dan Kelurahan Karang Mulia, giliran Kelurahan Morgo yang menggelar pertemuan menjelang Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014.
Seperti dalam pertemuan di 2 kelurahan sebelumnya, pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kelurahan Morgo yang dihadiri Kepala Distrik Nabire, Maikel Y. Danomira, Kapolsek Nabire, Ketua KPPS itu dijadikan untuk memberikan arahan dan petunjuk petugas PPS se-Kelurahan Morgo dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang.


Dalam sambutannya, Kepala Distrik Nabire, Maikel Y. Danomira, SSTP, pertemuan itu dilakukan untuk melakukan kesiapan dan mengecek kesiapan dalam rangka Pemilu Legislatif 9 April 2014 baik itu DPR RI, DPD RI, DPRP dan DPRD.
Kadistrik Maikel meminta agar para petugas PPS utamanya petugas di TPS-TPS untuk selalu berjalan di atas aturan dan bersikap tegas.
Kadistrik meminta kepada Kakam, RT dan RW untuk selalu waspada menjaga situasi dan kondisi di Kelurahan Morgo Kotalama yang selama ini telah tercipta dengan aman dan kondusif. Pasalanya menjelang Pemilu Legislatif banyak kepentingan karena berhubungan dengan politik.
“Apa yang sudah tercipta di Kelurahan Morgo yakni situasi kemanan dan ketertiban masyarakat yang baik dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan, waspada menjelang dekat Pemilu karena seringkali terjadi kerawanan karena kepentingan politik, semua Caleg tentu ingin menang begitupula dengan partai politik. Ini yang perlu kita antisipasi.Bila nanti terjadi dilapangan khususnya saat hari H, hadapi dengan kepala dingin, jangan membuat keputusan atau gerakan yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, bila kondisi tidak mungkin dihadapi laporkan pada aparat berwajib,” tuturnya.
Terkait DPT, Kadistrik mengatakan, itu sudah ditentukan dan diplenokan ditingkat KPU dan KPU telah menggunakan system tersendiri. Sehingga pemilih atau pemilik hak suara juga sudah ditentukan dengan menggunakan Nomor induk kependudukan dan nomor induk keluarga, sehingga yang tidak terdata NIk-nya secara otomatis akan tergapus dari DPT.
“Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan mengerti, kangan sampai nanti pas waktunya pencobloan terjadi keributan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang data hak pilih,” ungkapnya.
Dirinya meminta agar petugas TPS intens melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Ketua KPPSS dan seterusnya, bila ada hal-hal yang terjadi dilapangan segera laporkan.
“Petugas TPS harus tegas, siapapun yang masuk ke TPS memperlihatkan dan memberitahukan kepentingannya, petugas harus mempunyai prinsif, menjaga netralitas sebagai penyelenggara Pemilu. Petugas tidak boleh memihak kepada Parpol atau Caleg tertentu,” katanya.
“Petugas harus berjalan sesuai aturan, karena bila terjadi permasalahan dikemudian hari dimana dan kemanapun tetap akan menang. Dan jangan coba-coba untuk melakukan kompromi dengan parpol atau Caleg tertentu,” tegasnya.
“Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan ditempat dan tidak perlu dibawa ke PPD, petugas TPSharus tegas dan berdiri diatas, yang berhak kompleh hanya saksi yang membawa surat mandat. Jaga kebersamaan dan persaudaraan yang telah terbangun selama ini, jangan sampai karena kepentingan sesaat hubungan kebersamaan menjadi tidak baik,” pungkasnya.

Berjalan Diatas Aturan dan Tidak Perlu Takut

Sementara itu, Kapolsek Nabire dalam arahannya mengatakan, dalam menjalankan tugas, petugas PPS diminytya untuk berjalan diatas peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena bila tidak adan ada permasalahan dikemudian hari yang pertama dimintai keterangan adalah Ketua KPPS.
“Tidak perlu takut bila kita berjalan diatas aturan, siapapun tidak ada yang berhak mengintervensi dan itu harus dipahami baik,” ungkapnya.
Terkait keamanan, Kapolsek meminta untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan menciptakan situasi dan kondisi Moro Kotalama selalu dalam keadaan aman dan kondusif.Sementara pihaknya telah membuat dan menyusun rencana untuk mengamankan situasi khususnya menjelang dan hari H pencoblosan Pemilu Legislatif 2014.
Diakui Kapolsek, bahwa secara jumlah personel dalam pengamanan Pemilu Legislatif 2014, Polri masih kekurangan dari jumlah TPS yang ada, namun pihak Polri telah berkoordinasi dan memninta bantuan dari aparat TNI. (iing elsa)

Add comment


Security code
Refresh

Ingin menulis artikel atau opini anda?

Segera kirimkan email ke alamat : redaksi[at]papuaposnabire.com
Tulisan anda akan kami muat pada harian Papuaposnabire

Makna Natal Bukan Dentuman Petasan
Kamis, 08 Desember 2016
HAMPIR setiap tahun bahkan terkesan menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja mengekspresikan perayaan Natal dengan keramaian petasan dan dentuman meriam rakitan. Di kota yang berbukit seperti Jayapura, kaum remaja menggemahkan dentuman...
Potensi Emas Alluvial, Elluvial di Nabire Belum Dimanfaatkan Efektif
Senin, 21 Maret 2016
Oleh : Marthen AgapaSEJAK lama daerah ini (Nabire) dikenal dengan kota emas, potensial dan daerah mineralisasi. Daerah lain bisa mengenal kota Nabire, karena potensi emas yang terkandung didalam perut bumi, tetapi kini tinggal simbol daerah tanpa...
BANNER TEST 280X200
YM: Redaksi 1
YM: Redaksi 2
Redaksi 1
Redaksi 2